Identifikasi Zona Alterasi dan Mineralisasi Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas dan Induced Polarization Di Lapangan X
Lapangan X berada di wilayah PT Natarang Mining, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung yang berasosiasi dengan sistem epitermal sulfida rendah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi anomali resistivitas dan chargeability, menginterpretasikan litologi bawah permukaan, serta menentukan zona alterasi dan mineralisasi berdasarkan integrasi kedua parameter tersebut. Akuisisi data dilakukan menggunakan metode resistivitas dan Induce Polarization (IP) dengan alat Zonge GDP-32 dengan konfigurasi Pole-Dipole dan spasi elektroda 25 m pada tiga lintasan. Data diolah menggunakan Res2DInv untuk memperoleh penampang inversi 2D dan Surfer 13 untuk interpretasi bawah permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa litologi bawah permukaan diinterpretasikan terdiri atas lempung (clay), tuf (tuff), dan andesit yang berkorelasi dengan Formasi Hulusimpang (Tomh), Batuan Gunungapi Kuarter Muda (Qhv), dan Endapan Aluvium (Qa). Integrasi data resistivitas dan chargeability menunjukkan zona alterasi argilik dicirikan oleh resistivitas rendah dengan chargeability sedang hingga tinggi, sedangkan zona prospek mineralisasi dicirikan oleh resistivitas sedang hingga tinggi dan chargeability tinggi. Zona prospek teridentifikasi pada Lintasan 1 di patok 0–100 m dan 550–650 m, Lintasan 2 pada 275–450 m, serta Lintasan 3 pada 75–275 m. Hasil visualisasi tiga dimensi menunjukkan adanya keterusan zona prospek antar lintasan yang mengindikasikan satu sistem alterasi hidrotermal yang berkembang mengikuti jalur sirkulasi fluida.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609190025
Keyword
resistivitas chargeability Induce Polarization (IP) alterasi mineralisasi