(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

ANALISIS BEBAN KERJA FISIK DAN POSTUR KERJA PADA UMKM BENGKEL BUBUT KADAFI MENGGUNAKAN METODE CARDIOVASCULAR LOAD DAN RAPID ENTIRE BODY ASSESSMENT


View/Open

Author
HANI, HOLIFATUL ROSIDAH

Date Published
07 Aug 2026

Advisor
Alam Fathurochman, S.T., M.T.,
Juniwati, M.T.,

Subject
Teknik Industri

Publisher


UMKM Bengkel Bubut Kadafi merupakan usaha manufaktur berskala kecil yang bergerak di bidang pembuatan dan perbaikan mesin dengan aktivitas kerja yang menuntut kekuatan fisik tinggi, seperti pengangkatan material secara manual, pengoperasian mesin, pengelasan, dan pekerjaan berdiri dalam waktu lama, sehingga berpotensi menimbulkan beban kerja fisik berlebih, kelelahan kerja, gangguan otot dan rangka, hingga kecelakaan kerja. Sebagian pekerja mengeluhkan pegal pada kaki, nyeri punggung, serta pegal pada bahu dan lengan, sementara data internal bengkel mencatat beberapa insiden kecelakaan kerja terkait aktivitas permesinan. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat risiko beban kerja fisik menggunakan metode Cardiovascular Load (CVL), tingkat risiko postur kerja menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA), serta menyusun rekomendasi perbaikan untuk mengurangi beban kerja fisik dan risiko ergonomi pekerja. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang dilaksanakan di UMKM Bengkel Bubut Kadafi pada periode Februari hingga Juli. Data denyut jantung pekerja saat istirahat dan bekerja dikumpulkan untuk menghitung nilai %CVL, dokumentasi postur kerja dianalisis dengan metode REBA, serta dilakukan perhitungan konsumsi energi dengan persamaan Astrand dan kebutuhan waktu istirahat tambahan dengan persamaan Murrell. Hasil penelitian menunjukkan empat dari lima pekerja berada pada kategori beban kerja yang memerlukan perbaikan dengan nilai %CVL antara 39% hingga 47%, sedangkan satu pekerja tidak mengalami kelelahan (27%). Penilaian REBA menunjukkan skor tertinggi sebesar 11 pada kategori risiko sangat tinggi, didominasi aktivitas mengangkat dan memindahkan benda kerja dengan postur membungkuk dan gaya beban besar. Perhitungan Astrand-Murrell menunjukkan kebutuhan waktu istirahat tambahan sebesar nol menit bagi seluruh pekerja, menandakan adanya perbedaan sudut pandang antara evaluasi respons kardiovaskular dan konsumsi energi metabolik. Berdasarkan temuan tersebut, rekomendasi perbaikan disusun melalui integrasi hasil analisis CVL dan REBA berupa perbaikan metode Manual Material Handling (MMH) yang dituangkan dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) dan poster ergonomi, sebagai model pendekatan ergonomi terintegrasi yang dapat menjadi rujukan bagi sektor UMKM manufaktur informal dalam menurunkan beban kerja fisik, risiko gangguan otot dan rangka, serta kecelakaan kerja.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609190013

Keyword
Ergonomi Beban Postur Muskuloskeletal Produktivitas Keselamatan