(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Analisis Penyebab Cacat Produk dan Perancangan Standar Kerja Pada Proses Pelepasan Roster Dari Cetakan Menggunakan Metode Fhisbone dan 5W1H Pada UD. Mahkota Batu Alam


Tingkat cacat produk roster beton pada proses pelepasan dari cetakan di UD Mahkota Batu Alam masih melebihi target perusahaan sebesar 5%. Kondisi tersebut disebabkan oleh belum adanya standar kerja yang mengatur proses demolding, sehingga operator masih menentukan waktu pelepasan roster berdasarkan pengalaman dan kebiasaan kerja masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab cacat produk, menganalisis akar permasalahan utama yang menyebabkan tingginya tingkat cacat, serta merancang Standar Operasional Prosedur (SOP) proses pelepasan roster dari cetakan melalui penentuan standar waktu tunggu guna mengurangi tingkat cacat produk. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Analisis penyebab cacat dilakukan menggunakan metode Fishbone, sedangkan penyusunan usulan perbaikan dilakukan menggunakan metode 5W1H yang kemudian diimplementasikan dalam bentuk SOP. SOP yang telah dirancang diuji coba melalui penerapan tiga variasi waktu tunggu, yaitu 5 menit, 10 menit, dan 15 menit, kemudian divalidasi menggunakan Expert judgement yang melibatkan satu dosen, satu operator dan pemilik usaha sebagai validasi akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab cacat terdiri atas faktor manusia (man), metode (method), mesin/peralatan (machine), dan material (material). Akar permasalahan utama ditemukan pada faktor metode, yaitu belum adanya SOP, belum adanya standar waktu tunggu sebelum proses demolding, serta belum adanya pedoman pelaksanaan kerja yang terdokumentasi. Hasil uji coba menunjukkan bahwa penerapan SOP dengan standar waktu tunggu selama 15 menit mampu menurunkan tingkat cacat produk dari kondisi awal sebesar 7,49% menjadi 3,08%, sehingga telah memenuhi target perusahaan yang menetapkan tingkat cacat di bawah 5%. Selain itu, hasil validasi melalui Expert judgement memperoleh persentase kelayakan sebesar 89,74

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609180081

Keyword
Evaluasi proses kualitas produk pedoman kerja pengendalian mutu standarisasi proses validasi ahli