(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Identifikasi Karakteristik Paleotsunami Menggunakan Studi Sedimentologi, Geokimia, Dan Mikrofauna Pada Daerah Bobo, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara.


View/Open

Author
ZELFIA, RAHMAWATI SAPUTRI

Date Published
26 Aug 2026

Advisor
Sakilla Gia Mentari, M.T.,
Dr. Purna Sulastya Putra,

Subject
Teknik Geologi

Publisher


Maluku Utara memiliki kondisi geologi kompleks akibat interaksi subduksi ganda di Laut Maluku, menghasilkan gempa bumi dan keberadaan gunungapi yang berpotensi mengalami tsunami. Namun catatan sejarah tidak merekam tsunami dalam rentang waktu yang panjang, sehingga studi paleotsunami dilakukan untuk mengetahui tsunami di masa lalu melalui bukti geologi. Studi paleotsunami di Maluku Utara sebelumnya dilakukan di Pulau Ternate dengan pendekatan sedimentologi dan stratigrafi, berbeda dengan penelitian sebelumnya, penelitian ini dilakukan di pesisir barat Pulau Halmahera menggunakan pendekatan multi-proksi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik lapisan Kandidat dan Non-Kandidat paleotsunami menggunakan studi sedimentologi, geokimia, mikrofauna, serta melengkapi rekaman sejarah tsunami di Desa Bobo, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara. Metode yang digunakan yaitu analisis granulometri, x-ray fluorescence, mikrofauna foraminifera, dan loss on ignition. Hasil penelitian menunjukkan dua lapisan paleotsunami pada kedalaman 135,3–150,3 cm dan 74–91,3 cm, serta empat lapisan non-paleotsunami pada kedalaman 150,3–180,5 cm, 91,3–135,3 cm, 11–74 cm, dan 0–11 cm. Kedua lapisan paleotsunami dicirikan oleh butiran dominasi lanau, sortasi buruk, distribusi bimodal, peningkatan unsur laut Sr dan Ca, kandungan material organik dan karbonat berfluktuasi, serta kehadiran foraminifera dan pecahan cangkang biogenik yang menunjukkan pencampuran material laut dan darat akibat pengendapan berenergi tinggi. Paleotsunami I dicirikan lima sisipan pasir pada lapisan lanau dengan kontak erosional, sedangkan paleotsunami II memiliki karakteristik khusus berupa pola fining upward dan kelimpahan fragmen pumice. Temuan ini menunjukkan bahwa daerah penelitian mengalami dua kejadian tsunami yang berbeda dan melengkapi rekaman sejarah tsunami di pesisir barat Pulau Halmahera.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609180059

Keyword
Granulometri loss on ignition Maluku Utara paleotsunami x-ray fluorescence