Perbandingan Pola Reflektivitas Radar Cuaca Santanu pada Kejadian dan Nonkejadian Angin Kencang Akibat Aktivitas Konvektif di Bogor Bagian Selatan Tahun 2024-2025
Angin kencang merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di Bogor bagian selatan dan umumnya berkaitan dengan aktivitas awan konvektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik temporal dan spasial kejadian angin kencang, membandingkan pola reflektivitas Radar Santanu pada kondisi kejadian dan nonkejadian, serta mengkaji karakteristik
suhu puncak awan berdasarkan data Himawari-8. Data kejadian angin kencang diperoleh dari BPBD Kabupaten Bogor periode 2024–2025, sedangkan data reflektivitas menggunakan Radar Santanu X-Band dan suhu puncak awan menggunakan satelit Himawari-8. Analisis dilakukan melalui identifikasi musiman dan spasial tingkat kerusakan, analisis komposit terhadap 113 kejadian, serta perbandingan visualisasi spasial radar dan satelit pada kejadian (suhu puncak awan ≤ −40°C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian angin kencang lebih sering terjadi pada musim SON dan JJA, dengan Kecamatan Pamijahan, Caringin, dan Cigombong sebagai wilayah dengan tingkat kerusakan tertinggi. Analisis komposit radar menunjukkan lonjakan
reflektivitas sekitar 1 dBZ menjadi ± 25-30 dBZ pada waktu puncak kejadian, sedangkan kondisi nonkejadian tetap rendah dan stabil di rentang 1-3 dBZ. Dari 113 kejadian yang dianalisis, 24 kejadian memiliki suhu puncak awan ≤ −40°C yang digunakan sebagai indikator awan konvektif yang berkembang
tinggi (deep convection). Visualisasi radar dan Himawari-8 menunjukkan keterkaitan spasial antara area reflektivitas tinggi dan wilayah dengan suhu puncak awan rendah. Dengan demikian, kombinasi Radar Santanu dan
Himawari-8 dapat digunakan untuk saling melengkapi dalam mendukung interpretasi sistem konvektif yang berkaitan dengan kejadian angin kencang di Bogor bagian selatan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609180045
Keyword
angin kencang, reflektivitas radar, Himawari-8, Ko