KARAKTERISASI ZONA ALTERASI HIDROTERMAL MENGGUNAKAN METODE MAGNETIK DENGAN PENDEKATAN FILTERENHANCEMENT: TDR, TDX DAN PEMODELAN 2,5D DI DAERAH PANAS BUMI JABOI, PULAU WEH ACEH
Daerah panas bumi Jaboi di Pulau Weh, Aceh, dicirikan oleh
manifestasi fumarola dan mata air panas yang dikontrol struktur sesar.
Zona alterasi hidrotermal menjadi indikator sistem panas bumi aktif
karena fluida panas mendemagnetisasi batuan melalui mineral yang
teralterasi menjadi lempung non-magnetik. Penelitian ini menganalisis
anomali magnetik menggunakan Tilt Derivative (TDR) dan Horizontal
Tilt Angle (TDX) untuk menentukan sebaran dan batas zona alterasi,
dilengkapi pemodelan 2,5D untuk interpretasi struktur bawah
permukaan. Anomali residual rendah terbukti berasosiasi dengan lokasi
manifestasi permukaan sebagai zona demagnetisasi. TDR
mengidentifikasi zona tersebut sedangkan TDX mempertegas
kelurusan struktur pengontrolnya, sementara pemodelan 2,5D
mengungkap sesar dan intrusi dangkal sebagai sumber panas sistem
Jaboi.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609180038
Keyword
Panas bumi alterasi hidrotermal metode magnetik tilt derivatif horizontal tilt angle