Limbah cair tekstil mengandung pewarna sintetik yang sulit terdegradasi sehingga memerlukan pengolahan yang mempercepat degradasi dan terintegrasi dengan pemantauan. Penelitian ini mengimplementasikan MICROWAT sebagai reaktor fotokatalitik berbantukan gelombang mikro dengan kendali dan monitoring Raspberry Pi. Proses degradasi berlangsung dalam empat siklus berinterval 15 menit selama satu jam. Pengujian meliputi kinerja Raspberry Pi 5, pendinginan HPL UV LED, redaman intensitas cahaya di luar dan dalam reaktor, konsistensi pompa, serta integrasi perangkat keras dan lunak. Raspberry Pi mencatat suhu 47,2–51,6 °C, penggunaan CPU maksimum 14,6 persen, dan RAM 14,9–18,5 persen. Kipas efektif membuang panas chip HPL UV hingga 35,71 persen. Intensitas cahaya mencapai 23.140 lux pada jarak 5 cm dengan efisiensi 25,35 persen. Koefisien variasi water pump A dan B masing-masing sebesar 0 persen dan 1,04 persen. Integrasi MICROWAT mampu menghasilkan efisiensi degradasi mencapai 93,7 persen pada limbah Red Congo.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609170060
Keyword