PEMANFAATAN LILIN LEBAH APIS MELLIFERA HASIL BUDIDAYA LAMPUNG SEBAGAI BAHAN BAKU PARFUM PADAT BERBASIS MINYAK ATSIRI
Lilin lebah memiliki banyak manfaat baik untuk kulit maupun sebagai bahan baku kosmetik seperti stiffening agent dalam parfum padat. Kemampuannya dalam membentuk struktur padat dan memengaruhi karakteristik fisik sediaan harus terus dikembangkan. Pemanfaatan lilin lebah lokal sebagai bahan pembentuk struktur dalam parfum padat dengan kombinasi top, middle, dan base notes masih terbatas. Penelitian bertujuan mengkarakterisasi lilin lebah asal Lembah Suhita, Lampung dan mengevaluasi penggunaannya sebagai stiffening agent dalam parfum padat. Penelitian diawali dengan karakterisasi lilin lebah menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) dan Differential Scanning Calorimetry (DSC), kemudian sediaan diformulasikan menggunakan variasi konsentrasi lilin lebah sebesar 38% (F0), 28% (F1), 18% (F2), dan 8% (F3). Sediaan kemudian dievaluasi organoleptik, homogenitas, titik leleh, kekerasan, dan hedonik. Hasil karakterisasi FTIR menunjukkan pita serapan khas pada 2907, 2854, 1731, 1462, 1166, dan 723 cm⁻¹, sedangkan DSC menunjukkan puncak leleh 59,60°C. Seluruh formula homogen dengan titik leleh 50–63,6°C, kekerasan meningkat seiring peningkatan konsentrasi lilin lebah. F2 menunjukkan penerimaan sensori terbaik pada tekstur, konsistensi, dan kemudahan aplikasi. Dengan demikian, lilin lebah lokal berpotensi digunakan sebagai stiffening agent dalam parfum padat, dengan F2 memberikan keseimbangan karakteristik fisik dan penerimaan sensori yang paling baik namuntidak mencapai spesifikasi pada uji kekerasan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609170050
Keyword
Lilin lebah, Parfum Padat, Minyak Atsiri