IDENTIFIKASI JENIS DAN KELIMPAHAN SAMPAH LAUT DI KAWASAN PANTAI SEBALANG, LAMPUNG SELATAN
Sampah laut anorganik, khususnya plastik, menjadi permasalahan lingkungan pesisir yang terus meningkat di Indonesia akibat pertumbuhan populasi, urbanisasi, dan aktivitas pariwisata, termasuk di kawasan Pantai Sebalang, Lampung Selatan, yang mengalami tekanan antropogenik dari aktivitas wisata, permukiman, dan perikanan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis, jumlah, berat, kelimpahan, dan komposisi sampah laut anorganik di kawasan tersebut, dengan manfaat memberikan gambaran kondisi pencemaran pesisir sebagai dasar strategi pengelolaan lingkungan bagi pemerintah daerah. Penelitian difokuskan pada kategori makro dan mega pada tiga stasiun pengamatan (kawasan wisata, permukiman, dan nelayan), dengan keterbatasan hanya mencakup satu periode pengamatan pada Juli–Agustus 2026 tanpa memperhitungkan kategori mesodebris dan mikrodebris. Metode yang digunakan adalah standing-stock survey mengacu protokol NOAA MDMAP, dilengkapi pengukuran kecepatan arus dan analisis harmonik pasang surut metode least square sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan total 989 item sampah anorganik seberat 28,95 kg, dengan plastik mendominasi dari segi jumlah pada kedua kategori ukuran, sementara kaca, kayu olahan, dan karet mendominasi dari segi berat. Kelimpahan tertinggi ditemukan di kawasan wisata untuk makro dan kawasan permukiman untuk megade, dengan kondisi arus lemah (rata-rata 0,122 m/detik) dan tipe pasang surut campuran condong harian ganda (Formzahl 0,596) yang turut memengaruhi pola akumulasi sampah di kawasan tersebut.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609170043
Keyword