PEMETAAN RISIKO GELOMBANG EKSTREM DAN ABRASI DI WILAYAH PESISIR KOTA BANDAR LAMPUNG MELALUI ANALISIS SPASIAL BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) (STUDI KASUS : Kecamatan Bumi Waras, Kecamatan Teluk Betung Timur, Kecamatan Teluk Betung Selatan, dan Kecamatan Panjang)
Wilayah pesisir Kota Bandar Lampung memiliki aktivitas masyarakat dan ekonomi yang tinggi sehingga berpotensi terdampak gelombang ekstrem dan abrasi. Penelitian ini bertujuan memetakan bahaya, kerentanan, kapasitas, dan risiko menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) melalui metode pembobotan, skoring, dan overlay. Data diperoleh dari survei lapangan, wawancara, kuesioner, serta data sekunder dari ECMWF, BMKG, BIG, BPS, KLHK, Bappeda Kota Bandar Lampung, dan instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat kecamatan memiliki tingkat risiko tinggi, dengan luas risiko terbesar di Kecamatan Panjang sebesar 97 ha, Teluk Betung Timur 62 ha, Bumi Waras 57 ha, dan Teluk Betung Selatan 18 ha. Hasil ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam upaya mitigasi dan pengelolaan wilayah pesisir.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609170041
Keyword
Gelombang ekstrem Abrasi Risiko bencana Sistem Informasi Geografis (SIG) Analisis Spasial Bandar Lampung