Hubungan Kepatuhan Pengambilan Obat Anti Tuberkulosis Terhadap Keberhasilan Terapi Pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Sukabumi Bandar Lampung
TB paru masih menjadi salah satu penyakit menular dengan kasus
tinggi, di mana Indonesia menempati peringkat kedua secara global.
Keberhasilan terapi TB bergantung pada kepatuhan pasien dalam
menjalani pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
gambaran kepatuhan pengambilan OAT, gambaran keberhasilan terapi,
dan menganalisis hubungan kepatuhan pengambilan OAT dengan
keberhasilan terapi pasien TB paru di Puskesmas Sukabumi Bandar
Lampung. Penelitian ini merupakan studi observasional non
eksperimental dengan desain cross-sectional dan pendekatan
retrospektif. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling
sebanyak 34 pasien TB paru yang memulai pengobatan tahun 2025 di
Puskesmas Sukabumi Bandar Lampung. Kepatuhan pengambilan OAT
diukur menggunakan metode Medication Possession Ratio (MPR),
sedangkan keberhasilan terapi dinilai dari hasil konversi BTA negatif
pada akhir pengobatan. Analisis data menggunakan Fisher’s Exact Test.
Mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki (64,7%), usia dewasa
(73,5%), pendidikan menengah (58,8%), bekerja (67,6%), jarak tempat
tinggal dekat dengan puskesmas (44,1%) sedangkan pasien yang
menjalani pengobatan standar maupun panjang jumlahnya setara yaitu
(50%). Gambaran kepatuhan menunjukkan 97,1% pasien patuh dan
2,9% tidak patuh. Gambaran keberhasilan terapi menunjukkan 97,1%
pasien sembuh dan 2,9% gagal. Hasil uji Fisher’s Exact Test
menunjukkan nilai p = 0,029. Terdapat hubungan signifikan antara
kepatuhan pengambilan OAT dengan keberhasilan terapi pasien TB
paru di Puskesmas Sukabumi Bandar Lampung.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609170027
Keyword
Tuberkulosis Paru Kepatuhan Keberhasilan Medication Possession Ratio