Pemetaan Fracture Pada Reservoir Basement Menggunakan Analisis Amplitude Variation With Azimuth (Avaz) Dan Atribut Seismik Pada Lapangan “Mayapada”, Cekungan Sumatera Selatan
Reservoir fractured basement merupakan salah satu target eksplorasi hidrokarbon yang memiliki karakteristik kompleks karena kualitas reservoir dipengaruhi oleh keberadaan, orientasi, dan perkembangan rekahan pada batuan basement. Penelitian ini dilakukan pada Lapangan "Mayapada", Cekungan Sumatera Selatan, untuk memetakan distribusi anisotropi yang berkaitan dengan sistem fracture, mengidentifikasi struktur geologi melalui atribut seismik, serta menentukan zona fractured basement reservoir yang berpotensi mengandung hidrokarbon. Data yang digunakan meliputi data seismik pre-stack dan post-stack, data tiga sumur, serta data FMI sebagai kontrol orientasi rekahan pada skala sumur. Tahapan penelitian meliputi well seismic tie, interpretasi Top Basement dan fault, analisis atribut Variance, Ant Tracking, Fault Detect, dan Fault Density, serta analisis Amplitude Variation with Azimuth (AVAZ) dan Amplitude Variation with Frequency (AVF). Analisis AVAZ dilakukan pada interval 50–250 ms di bawah Top Basement untuk memperoleh informasi mengenai intensitas dan orientasi anisotropi. Hasil menunjukkan bahwa respons gradien anisotropi relatif menonjol pada bagian atas hingga interval menengah basement dan menunjukkan variasi distribusi secara lateral maupun vertikal. Validasi orientasi AVAZ terhadap FMI pada Sumur MP-1 menunjukkan rata-rata strike FMI sebesar 68,7°, sedangkan rata-rata strike AVAZ setelah rotasi +90° sebesar 83,4° dengan nilai konsentrasi R = 0,968, dengan selisih orientasi antara AVAZ dan FMI sebesar 14,7°, yang menunjukkan kesesuaian orientasi yang baik antara kedua metode. Atribut Variance, Ant Tracking, Fault Detect, dan Fault Density juga menunjukkan konsentrasi diskontinuitas dan struktur yang relatif tinggi di sekitar Sumur MP-1. Integrasi hasil AVAZ, atribut seismik, AVF, dan data log menunjukkan kesesuaian pada interval 1310–1320 ms, atau 110–120 ms di bawah Top Basement. Zona tersebut memiliki respons anisotropi, indikasi perkembangan struktur, serta respons AVF yang menunjukkan potensi keberadaan fluida. Berdasarkan integrasi tersebut, interval di sekitar Sumur MP-1 diinterpretasikan sebagai zona yang berpotensi menjadi fractured basement reservoir hidrokarbon.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609170019
Keyword