Studi Aktivitas Hepatoprotektor Nanopartikel Katekin terhadap Kadar GSH di Hati pada Mencit (Mus musculus) Jantan Galur ddY yang Diinduksi Isoniazid dan Rifampisin
DILI menjadi masalah kesehatan yang relevan di Indonesia mengingat tingginya beban tuberkulosis yang membutuhkan pengobatan jangka panjang dengan INH dan RIF yang dapat menurunkan kadar GSH hati melalui stres oksidatif. Katekin memiliki aktivitas antioksidan dan hepatoprotektif, namun bioavailabilitas oralnya yang rendah mendorong pengembangan nanopartikel katekin berbasis kitosan dan γ-PGA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nanopartikel
katekin terhadap kadar GSH hati mencit yang diinduksi INH dan RIF. Penelitian ini menggunakan 30 mencit yang dibagi menjadi enam kelompok yaitu kelompok normal (Na-CMC 1%), negatif (INH dan RIF 300 mg/kgBB), positif (Curcuma FORCE® 0,492 mg/20gBB), katekin 3,2 mg/20gBB, nanopartikel katekin 0,0294 mg/20gBB, dan nanopartikel blank. Nanopartikel dibuat dengan metode electrolyte self assembly membentuk polyelectrolyte complex kitosan–γ-PGA, kemudian dikarakterisasi menggunakan PSA, dan kadar GSH diukur dengan metode Ellman's menggunakan spektrofotometri UV-Vis, lalu dianalisis menggunakan One-Way ANOVA dan Post-Hoc Sidak. Hasil
menunjukkan nanopartikel katekin berukuran 404,06 nm dengan PDI 0,572. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa kelompok nanopartikel katekin menunjukkan perbedaan kadar GSH yang signifikan (p = 0,0330) dibandingkan dengan kelompok negatif dan tidak signifikan (p = 0,9990) jika dibandingkan dengan kelompok katekin, dengan nilai persentase kadar GSH kelompok negatif, katekin, nanopartikel katekin berturut-turut adalah 59,89%; 79,68%; dan 75,77%. Kesimpulannya, nanopartikel katekin dosis 0,0294 mg/20gBB berpotensi memberikan aktivitas hepatoprotektor yang setara dengan katekin 3,2 mg/20gBB.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609160053
Keyword
Nanopartikel katekin Hepatoprotektor Glutathione (GSH) Isoniazid Rifampisin Mencit ddY