Pengaruh Pemberian Nanopartikel Katekin terhadap Kadar GSH Darah sebagai Indikator Stres Oksidatif pada Mencit yang Diinduksi Isoniazid dan Rifampisin
Penggunaan anti-tuberkulosis kombinasi isoniazid dan rifampisin berisiko menimbulkan stres oksidatif yang ditandai oleh penurunan kadar glutathione (GSH) darah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian nanopartikel katekin terhadap kadar GSH darah sebagai indikator stres oksidatif pada mencit yang diinduksi isoniazid (INH) dan rifampisin (RIF). Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental pada 30 mencit jantan yang dibagi enam kelompok, yaitu normal (Na-CMC 1%), negatif (INH+RIF 300 mg/kgBB mencit), positif (curcuma FORCEĀ® 24,6 mg/kgBB mencit), katekin (3,2 mg/20gBB mencit), nanopartikel katekin (0,0294 mg/20gBB mencit), dan nanopartikel blank (0,0294 mg/20gBB mencit). Perlakuan diberikan selama 9 hari. Pengukuran kadar GSH darah dilakukan menggunakan metode Ellman dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 412 nm. Induksi isoniazid dan rifampisin menurunkan kadar relatif GSH darah secara signifikan pada kelompok negatif menjadi 0,48 (52,44%) dibandingkan kelompok normal. Pemberian nanopartikel katekin (0,0294 mg/20gBB) mampu meningkatkan kadar relatif GSH darah menjadi 0,55 (44,57%). Hal ini menunjukkan efek protektif yang signifikan dibandingkan kelompok negatif dan sebanding secara statistik dengan katekin konvensional. Dengan demikian, nanopartikel katekin berpotensi sebagai agen antioksidan dalam mengurangi stres oksidatif akibat induksi isoniazid dan rifampisin.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609160052
Keyword
Anti-tuberkulosis Glutathione (GSH) Isoniazid (INH) Rifampisin (RIF) Nanopartikel katekin