Kesiapan Digital Masyarakat dalam Pemanfaatan Teknologi Digital di Desa Margodadi
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan wilayah Desa Margodadi, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, yang berbatasan langsung dengan Kota Bandar Lampung dan didukung keberadaan Institut Teknologi Sumatera (ITERA), akses gerbang tol, serta pembangunan Kota Baru sebagai pusat pemerintahan Provinsi Lampung, sehingga desa ini semakin terhubung dengan kawasan perkotaan di sekitarnya dan berpotensi menimbulkan gejala urban sprawl. Digitalisasi telah berjalan di tingkat pemerintahan Desa Margodadi, namun hal tersebut belum tentu diikuti oleh kesiapan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital secara optimal, sehingga berpotensi menimbulkan kesenjangan digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapan digital masyarakat Desa Margodadi serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif kuantitatif dengan populasi seluruh masyarakat Desa Margodadi berusia produktif. Sampel sebanyak 147 responden ditentukan melalui teknik cluster sampling. Data primer diperoleh melalui kuesioner berdasarkan model Digital Readiness Gaps (Horrigan, 2016), yang mengukur kesiapan digital melalui indikator kemampuan digital, kepercayaan, dan penggunaanl, serta analisis regresi linear berganda untuk mengetahui faktor yang memengaruhi kesiapan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas tingkat kesiapan digital masyarakat Desa Margodadi berada pada tingkat Cautious Clickers, yaitu kelompok yang telah memiliki kemampuan dasar dan kepercayaan terhadap teknologi digital, tetapi belum memanfaatkannya secara maksimal untuk kegiatan yang lebih produktif. Secara simultan, variabel usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, dan tingkat penghasilan berpengaruh signifikan terhadap kesiapan digital masyarakat, dengan usia, tingkat pendidikan, dan tingkat penghasilan rendah berpengaruh signifikan secara parsial. Nilai R Square sebesar 0,675 menunjukkan bahwa kelima variabel tersebut mampu menjelaskan 67,5% tingkat kesiapan digital masyarakat Desa Margodadi. Upaya peningkatan kesiapan digital masyarakat perlu diarahkan pada penguatan kapasitas masyarakat sesuai karakteristiknya, dengan tetap memperhatikan prinsip pembangunan yang berkelanjutan dan masyarakat yang inklusif secara digital.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609160042
Keyword
Digital Readiness Gaps Faktor Kesiapan Digital Kesiapan Digital Pemanfaatan Teknologi Digital