(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Bencana Lingkungan: Memahami Alam, Dampak, Dan Solusi Untuk Masa Depan


View/Open

Author

Date Published
12 Jun 2026

Advisor
Dr. Agel Vidian Krama, S.Pd., M.S.i,

Subject
Teknik Geomatika

Publisher


Bencana lingkungan merupakan tantangan global kompleks yang dipicu oleh kombinasi dinamika alamiah dan intensifikasi aktivitas manusia (antropogenik). Sebagai wilayah tropis dengan kondisi tektonik serta iklim yang dinamis, Indonesia memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap berbagai potensi bencana, seperti banjir, kekeringan, dan degradasi lingkungan pemukiman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara kondisi alam dan aktivitas manusia dalam memicu bencana lingkungan, mengidentifikasi dampak multidimensi (sosial, ekonomi, dan lingkungan), serta mengevaluasi penerapan teknologi geomatika dalam kerangka pemetaan risiko dan mitigasi bencana nasional. Metode yang digunakan berbasis sintesis studi literatur serta analisis geospasial dengan memanfaatkan data penginderaan jauh (remote sensing) dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Parameter spasial seperti indeks vegetasi (NDVI) dan analisis time-series dari platform inaRISK BNPB diintegrasikan untuk mengevaluasi pola persebaran zona bahaya kekeringan dan dampak banjir secara nasional pada rentang waktu 2023 hingga 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena perubahan iklim global, seperti anomali El Niño dan La Niña, memperparah durasi dan frekuensi bencana. Perubahan tata guna lahan serta urbanisasi yang tak terkendali turut mempercepat timbulnya kawasan kumuh dan masalah lingkungan sosial. Analisis spasial nasional mengonfirmasi bahwa pada puncak krisis tahun 2023, kategori risiko kekeringan tingkat tinggi (zona merah) mendominasi daratan Indonesia hingga 75%–80%, sebelum berangsur membaik pada periode transisi 2024–2025. Dari segi estimasi dampak, bencana kekeringan secara konsisten menunjukkan angka kerugian fisik berupa kerusakan infrastruktur bernilai nihil, namun memicu eskalasi kerugian ekonomi yang sangat masif pada sektor agrikultur dan industri, terutama di wilayah lumbung pangan Pulau Jawa seperti Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Temuan penelitian ini mempertegas pentingnya integrasi teknologi geomatika sebagai pembuat keputusan berbasis data spasial guna merumuskan kebijakan mitigasi, penataan ruang, dan strategi adaptasi lingkungan yang berkelanjutan. Kata Kunci: Bencana Lingkungan, Penginderaan Jauh, Sistem Informasi Geografis, Kekeringan, Banjir, inaRISK.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609160010

Keyword