(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN SALEP EKSTRAK ETANOL DAUN BAKAU MERAH (Rhizophora stylosa) SEBAGAI AGEN PENYEMBUH LUKA SAYAT PADA KELINCIALBINO (Oryctolagus cuniculus) JANTAN


Luka sayat merupakan cedera yang sering terjadi dan memerlukan penanganan tepat untuk mencegah infeksi dan terbentuknya jaringan parut. Rhizophora stylosa atau bakau merah mengandung flavonoid, tanin, saponin dan senyawa fenolik dengan aktivitas antioksidan, antibakteri dan antiinflamasi yang membantu penyembuhan luka. Salep merupakan sediaan semipadat berbasis minyak atau lemak yang membentuk lapisan semi-oklusif pada kulit untuk menjaga kelembapan luka dan memperpanjang kontak bahan aktif sehingga mempercepat penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan mengetahui sifat fisikokimia, stabilitas, dan efektivitas salep ekstrak etanol daun bakau merah terhadap penyembuhan luka sayat. Salep ekstrak Rhizophora stylosa diformulasikan dalam empat konsentrasi, yaitu F0 (tanpa ekstrak), F1 (5%), F2 (7,5%), dan F3 (10%). Pengujian fisikokimia meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar dan daya lekat. Hasil evaluasi menunjukkan seluruh formula memiliki warna putih dan hijau, aroma khas ekstrak, bentuk semipadat dan homogen. Nilai pH berada pada rentang 4,5–6,5, dengan daya sebar 5–7 cm dan daya lekat 4–7 detik. Efektivitas penyembuhan luka diuji pada kelinci albino jantan dengan luka sayat yang dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu kontorl negatif, kontrol positif (Salep Hansaplast), kontrol negatif (basis salep), serta P1 (ekstrak 5%), P2 (ekstrak 7,5%) dan P3 (ekstrak 10%). Hasil penelitian menunjukkan P3 (ekstrak 10%) memberikan penyembuhan luka paling optimal dengan kesembuhan pada hari ke-11, mendekati kelompok positif (Salep Hansaplast) yang sembuh pada hari ke-10.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609160007

Keyword
Luka Sayat Rhizophora stylosa Salep Ekstrak