IDENTIFIKASI LINGKUNGAN PENGENDAPAN BATUBARA BERDASARKAN ANALISIS FASIES DAN PARAMETER GEOKIMIA ABU SERTA SULFUR DI PT PRIAMANAYA ENERGI, SUMATERA SELATAN
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya interpretasi lingkungan pengendapan dalam memahami karakteristik, persebaran, dan kualitas batubara sebagai dasar kegiatan eksplorasi serta evaluasi sumber daya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lingkungan pengendapan batubara seam A dan seam B berdasarkan hubungan fasies dan parameter geokimia berupa kandungan total sulfur serta kadar abu (ash content). Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja PT Priamanaya Energi, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Ruang lingkup penelitian dibatasi pada analisis data bawah permukaan menggunakan data touch coring dari tiga sumur pemboran (PE-12, PE-16, dan PE-17), korelasi litostratigrafi, serta hasil analisis laboratorium untuk kandungan total sulfur dan kadar abu. Hasil analisis fasies menunjukkan bahwa daerah penelitian didominasi oleh litologi batupasir, batulanau, batulempung, dan batubara yang membentuk lima architectural element, yaitu channel, levee, crevasse splay, interdistributary bay, dan swamp. Analisis geokimia memperlihatkan kandungan total sulfur berkisar antara 0,41–0,54% yang mengindikasikan dominasi pengaruh air tawar selama pembentukan gambut. Sementara itu, kadar abu berkisar antara 2,64–7,04
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609150061
Keyword
Geokimia batubara Kadar abu Lingkungan pengendapan Total sulfur Transitional Lower Delta Plain