(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

PENGARUH WAKTU PERENDAMAN KOH TERHADAP ADSORPSI GAS METANA PADA KOMPOSIT ZEOLIT-A / SERAT DAUN NANAS DARI LIMBAH ABU DASAR BATUBARA


Teknologi Adsorbed Natural Gas (ANG) merupakan metode penyimpanan dan transportasi gas alam yang menjadi alternatif strategis di industri migas karena beroperasi pada tekanan lebih rendah (3,5–7 MPa) dibandingkan Compressed Natural Gas (CNG). Efisiensi teknologi ini bergantung pada ketersediaan adsorben berpori berkapasitas tinggi dan stabil, sehingga pengembangan material adsorben relevan untuk mendukung efisiensi rantai pasok gas alam, termasuk pemurnian gas ikutan (associated gas) di fasilitas produksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh waktu perendaman KOH terhadap karakteristik komposit zeolit-A/serat daun nanas dari abu dasar batubara serta menentukan kondisi optimumnya untuk adsorpsi metana, komponen utama gas alam. Zeolit-A disintesis secara hidrotermal pada 100°C setelah fusi 650°C, dikompositkan dengan serat daun nanas yang diaktivasi KOH 4 M selama 10, 20, dan 30 jam. Karakterisasi dilakukan dengan XRD, FTIR, dan SEM, sedangkan kapasitas adsorpsi CH₄ diukur secara gravimetri pada 29°C dan 1 atm. Seluruh sampel membentuk zeolit-A tipe LTA. ZAB-20 mengalami delignifikasi optimal dan distribusi kristal paling homogen, sedangkan ZAB-30 mengalami degradasi serat akibat paparan alkali berlebih. Kapasitas adsorpsi meningkat dari ZAB-10 hingga ZAB-30, namun analisis multikriteria menetapkan ZAB-20 sebagai kondisi optimum karena memberikan keseimbangan terbaik antara adsorpsi, kristalinitas, homogenitas, dan kestabilan struktur serat, sekaligus berpotensi sebagai adsorben alternatif berbasis limbah untuk aplikasi penyimpanan gas alam.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609140052

Keyword
Abu dasar batubara ANG Adsorpsi gas metana KOH Serat daun nanas zeolit-A