Identifikasi dan Karakterisasi Paleotsunami Berdasarkan Studi Sedimentologi, geokimia, dan Mikrofauna Foraminifera di Desa Bojong, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta
Pantai Selatan Yogyakarta, khususnya wilayah Kulon Progo, merupakan kawasan yang memiliki potensi tsunami akibat aktivitas subduksi di selatan Jawa. Keterbatasan catatan sejarah tsunami serta perkembangan infrastruktur strategis di wilayah pesisir Kulon Progo menunjukkan pentingnya kajian paleotsunami untuk melengkapi informasi dan mendukung upaya mitigasi bencana. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengkarakterisasi endapan paleotsunami berdasarkan studi sedimentologi, geokimia, dan mikrofauna foraminifera di Desa Bojong, Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian dilakukan pada core sedimen PLD-02 sepanjang 68 cm yang diambil pada morfologi swale berjarak 2,5 km dari garis pantai. Hasil analisis menunjukkan adanya lapisan paleotsunami pada kedalaman 39–49 cm berupa fasies lanau pasiran yang dicirikan oleh kontak erosional, ukuran butir lebih kasar, pola distribusi ukuran butir unimodal, bimodal, dan trimodal, serta sortasi buruk hingga sangat buruk. Lapisan paleotsunami juga menunjukkan peningkatan konsentrasi unsur stronsium (Sr), kalsium (Ca), besi (Fe), titanium (Ti), dan kalium (K). Lapisan tersebut memperlihatkan kelimpahan foraminifera sebanyak 32 individu planktonik dan 10 individu bentonik. Berdasarkan distribusi kedalaman foraminifera bentonik, sedimen diperkirakan berasal dari lingkungan neritik tengah.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609140012
Keyword
Foraminifera Geokimia Kulon Progo Paleotsunami Sedimentologi