(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Formulasi Eyebrow Mascara Menggunakan PewarnaBerbasis Karbon Cangkang Kelapa Sawit (Elaeis guineensisJacq.)


Pemanfaatan limbah cangkang kelapa sawit sebagai bahan baku kosmetik merupakan salah satu upaya pengembangan kosmetik berbasis bahan alami dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan memformulasikan karbon cangkang kelapa sawit sebagai pewarna alami pada sediaan browcara, mengetahui pengaruh variasi konsentrasi karbon terhadap karakteristik fisik dan intensitas warna sediaan, serta menentukan formula dengan karakteristik terbaik. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan memanfaatkan karbon hasil karbonisasi cangkang kelapa sawit pada suhu 300–500°C selama 3–4 jam. Karbon dikarakterisasi meliputi kadar air, kadar abu, kadar zat mudah menguap, kadar karbon terikat, dan identifikasi gugus fungsi menggunakan Fourier Transform Infrared (FTIR). Karbon selanjutnya diformulasikan ke dalam empat formula browcara dengan variasi konsentrasi karbon sebesar 4%, 6%, 8%, dan 10%. Evaluasi sediaan meliputi organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya lekat, daya sebar, smudge resistance, stabilitas menggunakan cycling test, serta intensitas warna menggunakan kolorimeter dengan sistem CIELAB. Hasil karakterisasi menunjukkan kadar air sebesar 0,57%, kadar abu 9,85%, kadar zat mudah menguap 0,89%, dan kadar karbon terikat sebesar 89,26%. Hasil FTIR menunjukkan karakteristik struktur karbon, terutama pita C=C aromatik pada 1578–1415 cm⁻¹ dan pita C– H pada 872 cm⁻¹. Seluruh formula menghasilkan sediaan semipadat yang homogen dengan pH 5,44–5,53, memenuhi parameter daya lekat lebih dari 1 detik, serta menunjukkan ketahanan smudge yang baik setelah tiga kali pengusapan. Peningkatan konsentrasi karbon menyebabkan peningkatan viskositas dan penurunan daya sebar. Intensitas warna meningkat seiring peningkatan konsentrasi karbon, ditunjukkan oleh penurunan nilai L* dari 48,72 pada F1 menjadi 47,82 pada F4. Pada uji stabilitas 6 siklus, seluruh formula menunjukkan pH yang relatif stabil dalam rentang 5,40–5,95, sedangkan viskositas mengalami penurunan selama cycling test. Berdasarkan hasil evaluasi, karbon cangkang kelapa sawit berpotensi digunakan sebagai pewarna alami pada sediaan browcara dan peningkatan konsentrasinya menghasilkan warna hitam yang semakin pekat.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609140006

Keyword
Browcara Karbon cangkang kelapa sawit Pewarna alami Intensitas warna Kosmetik berkelanjutan