Formulasi Eyebrow Mascara Menggunakan PewarnaBerbasis Karbon Cangkang Kelapa Sawit (Elaeis guineensisJacq.)
Pemanfaatan limbah cangkang kelapa sawit sebagai bahan baku
kosmetik merupakan salah satu upaya pengembangan kosmetik
berbasis bahan alami dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan
memformulasikan karbon cangkang kelapa sawit sebagai pewarna
alami pada sediaan browcara, mengetahui pengaruh variasi konsentrasi
karbon terhadap karakteristik fisik dan intensitas warna sediaan, serta
menentukan formula dengan karakteristik terbaik. Penelitian dilakukan
secara eksperimental dengan memanfaatkan karbon hasil karbonisasi
cangkang kelapa sawit pada suhu 300–500°C selama 3–4 jam. Karbon
dikarakterisasi meliputi kadar air, kadar abu, kadar zat mudah menguap,
kadar karbon terikat, dan identifikasi gugus fungsi menggunakan
Fourier Transform Infrared (FTIR). Karbon selanjutnya
diformulasikan ke dalam empat formula browcara dengan variasi
konsentrasi karbon sebesar 4%, 6%, 8%, dan 10%. Evaluasi sediaan
meliputi organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya lekat, daya
sebar, smudge resistance, stabilitas menggunakan cycling test, serta
intensitas warna menggunakan kolorimeter dengan sistem CIELAB.
Hasil karakterisasi menunjukkan kadar air sebesar 0,57%, kadar abu
9,85%, kadar zat mudah menguap 0,89%, dan kadar karbon terikat
sebesar 89,26%. Hasil FTIR menunjukkan karakteristik struktur
karbon, terutama pita C=C aromatik pada 1578–1415 cm⁻¹ dan pita C–
H pada 872 cm⁻¹. Seluruh formula menghasilkan sediaan semipadat
yang homogen dengan pH 5,44–5,53, memenuhi parameter daya lekat
lebih dari 1 detik, serta menunjukkan ketahanan smudge yang baik
setelah tiga kali pengusapan. Peningkatan konsentrasi karbon
menyebabkan peningkatan viskositas dan penurunan daya sebar.
Intensitas warna meningkat seiring peningkatan konsentrasi karbon,
ditunjukkan oleh penurunan nilai L* dari 48,72 pada F1 menjadi 47,82
pada F4. Pada uji stabilitas 6 siklus, seluruh formula menunjukkan pH
yang relatif stabil dalam rentang 5,40–5,95, sedangkan viskositas
mengalami penurunan selama cycling test. Berdasarkan hasil evaluasi,
karbon cangkang kelapa sawit berpotensi digunakan sebagai pewarna
alami pada sediaan browcara dan peningkatan konsentrasinya
menghasilkan warna hitam yang semakin pekat.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609140006
Keyword
Browcara Karbon cangkang kelapa sawit Pewarna alami Intensitas warna Kosmetik berkelanjutan