Integrasi Model Keterulangan Gempa yang Bergantung pada Waktu dan yang Tidak Bergantung pada Waktu untuk Pemetaan Bahaya Gempa Berbasis Patahan di Indonesia
Indonesia memerlukan penilaian bahaya seismik yang presisi untuk memitigasi risiko konvergensi lempeng tektonik ekstrem. Saat ini, pemetaan standar sangat bergantung pada model Poisson tak-bergantung-waktu (time-independent) yang mengabaikan waktu berlalu pasca-gempa historis dan gagal menangkap perilaku siklik sesar. Oleh karena itu, penelitian ini mengintegrasikan model Poisson dan Brownian Passage Time (BPT) pada sesar aktif di Indonesia untuk mengevaluasi probabilitas ruptur secara dinamis dan meningkatkan Probabilistic Seismic Hazard Assessment (PSHA). Katalog gempa (1900–2025) dan parameter sesar nasional diproses menggunakan OpenQuake. Model BPT secara krusial mengestimasi probabilitas ruptur dari akumulasi tegasan tektonik, interval perulangan, waktu berlalu, dan parameter aperiodisitas (α=0,5) yang mencirikan variabilitas siklus. Hasilnya menunjukkan sensitivitas BPT dalam mengidentifikasi sesar siklus-akhir, memproyeksikan probabilitas ruptur >90% pada segmen Aceh-Selatan dan Batee A, serta mengonfirmasi penurunan bahaya (3,75%) pada sesar siklus-awal seperti Palu-Saluki. Untuk mempertahankan cakupan komprehensif, model Poisson menghasilkan distribusi bahaya dasar yang lebih luas dengan nilai Peak Ground Acceleration (PGA) melebihi 1,35 g pada probabilitas terlampaui 2 persen dalam kurun waktu 50 tahun pada sesar-sesar Sumatera Utara. Pengintegrasian model-model yang saling melengkapi ini menghasilkan pola bahaya spasial yang konsisten dengan siklus, memberikan landasan yang kuat bagi perencanaan infrastruktur nasional.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609140004
Keyword
Brownian Passage Time Model Poisson Sesar Gempa Peak Ground Acceleration