Potensi Antikanker Ekstrak Metanol Andaliman terhadap Sel Kanker Payudara MCF-7 serta Pengembangan Transdermal Patch berbasis Pektin Kulit Jeruk Bali /HPMC/EC
Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita. Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.) mengandung senyawa bioaktif berpotensi antikanker, sedangkan patch transdermal dapat menjadi alternatif penghantaran bahan aktif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas sitotoksik ekstrak metanol andaliman terhadap sel MCF-7 serta mengembangka transdermal patch berbasis pektin kulit jeruk bali/HPMC/EC. Ekstrak diperoleh melalui maserasi dan diuji menggunakan MTT assay, sedangkan pektin dikarakterisasi menggunakan FTIR. Transdermal patch diformulasikan dengan metode solvent casting tanpa pektin (F1) dan dengan pektin (F2). Ekstrak menunjukkan aktivitas sitotoksik dengan IC₅₀ 66,57 ± 3,93 µg/mL, sedangkan pektin hasil sintesis memiliki karakteristik gugus fungsi serupa dengan pektin komersial. Penambahan pektin menghasilkan perbedaan signifikan (p<0,05) pada seluruh karakteristik fisik dan mekanik antara F1 dan F2, meliputi keseragaman bobot (0,141 ± 0,0005 dan 0,268 ± 0,0001 g), ketebalan (0,115 ± 0,0126 dan 0,211 ± 0,0101 mm), pH (5,10 ± 0,02 dan 4,36 ± 0,01), serta ketahanan lipat (301,00 ± 1,00 dan 311,67 ± 0,58 kali). Kedua formulasi menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609130024
Keyword
Andaliman, MCF-7, MTT assay, patch transdermal, pe