Kajian Metode Pengolahan Kering dan Basah Terhadap Mutu Fisik Biji Kopi Robusta (Coffea Canephora) Di Desa Singosari Kabupaten Tanggamus
Metode pengolahan pascapanen merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi mutu biji kopi robusta. Penelitian ini bertujuan menganalisis mutu fisik biji kopi robusta hasil pengolahan kering dan basah serta perubahan kadar air selama penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan kadar air biji kopi pada pengolahan kering 12,03 persen dan pengolahan basah 12,11 persen yang masih memenuhi batas maksimum SNI 12,5 persen. Ukuran biji pada pengolahan kering 92,89 persen dan pengolahan basah 87,56 persen, sedangkan nilai cacat pada pengolahan kering 39,68 (mutu 3) dan pada pengolahan basah 10,87 (mutu 1). Kadar kotoran pada pengolahan kering 0,51 persen dan pengolahan basah 0,19 persen yang memenuhi batas maksimum SNI 0,5 persen. Selama penyimpanan, kadar air pada pengolahan kering meningkat dari 12,01 persen menjadi 12,35 persen dan pada pengolahan basah dari 12,14 persen menjadi 12,47 persen. Nilai L* pengolahan kering menurun dari 52,43 menjadi 51,40, dan pengolahan basah dari 55,20 menjadi 52,95.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609130020
Keyword
kopi robusta pengolahan basah pengolahan kering mutu fisik penyimpanan