STUDI HIDROGEOKIMIA: ANALISIS FASIES AIRTANAH PADA TEMPAT PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU
Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berpotensi memengaruhi karakteristik hidrogeokimia dan kualitas airtanah melalui pembentukan air lindi yang dapat terinfiltrasi ke dalam sistem akuifer. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi fasies airtanah pada akuifer bebas dan terkekang menggunakan diagram trilinear Piper, mengevaluasi kualitas airtanah berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023, serta memvalidasi interpretasi hidrogeokimia menggunakan geolistrik 2D konfigurasi Wenner-Schlumberger. Penelitian menggunakan 10 sampel airtanah, terdiri atas 6 sampel akuifer bebas dan 4 sampel akuifer terkekang, serta dua lintasan geolistrik 2D. Analisis hidrogeokimia dilakukan berdasarkan dominasi ion mayor. Hasil penelitian menunjukkan empat fasies airtanah, yaitu Ca²⁺/Mg²⁺–HCO₃⁻, Na⁺/K⁺–HCO₃⁻, campuran (Ca²⁺/Na⁺–HCO₃⁻), dan campuran (mixed). Fasies Ca²⁺/Mg²⁺–HCO₃⁻ menunjukkan pengaruh interaksi air–batuan, sedangkan Na⁺/K⁺–HCO₃⁻ berkaitan dengan pertukaran kation. Fasies campuran (Ca²⁺/Na⁺–HCO₃⁻) pada AT5 menunjukkan penambahan zat terlarut dari lingkungan TPST, sedangkan fasies mixed pada SB6 dan SG1 berkaitan dengan masukan domestik. Sampel yang melebihi baku mutu yaitu TDS, kekeruhan, warna, nitrat, dan mangan, serta seluruh sampel melebihi baku mutu suhu. Geolistrik menunjukkan lapisan batupasir sebagai akuifer dan material berbutir halus sebagai lapisan pembatas. Zona resistivitas rendah di sekitar AT5 sesuai dengan tingginya zat terlarut pada sampel AT5, sedangkan kondisi bawah permukaan sekitar DW4 sesuai dengan fasies Ca²⁺/Mg²⁺–HCO₃⁻ yang dikontrol interaksi air–batuan
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609130003
Keyword
Airtanah fasies hidrogeokimia geolistrik kualitas airtanah TPST