KUANTITAS DAN KUALITAS AIRTANAH KOTA TANGERANG SELATAN (Studi Kasus: Pendekatan Neraca Air, Properti Fisik, dan Parameter Kimia Airtanah)
Penelitian bertujuan untuk menganalisis litologi dan sistem akuifer, kuantitas dan kualitas airtanah, serta hubungan antarvariabel dalam sistem airtanah di Kota Tangerang Selatan. Analisis kuantitas dilakukan menggunakan metode neraca air F.J.Mock. Studi airtanah meliputi muka airtanah dan arah aliran airtanah, sedangkan analisis kualitas airtanah berdasarkan Permenkes RI Nomor 2 Tahun 2023. Hubungan antara litologi, tutupan lahan, curah hujan, kuantitas, dan kualitas airtanah dianalisis menggunakan pendekatan sistem dinamik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa litologi bawah permukaan tersusun atas tanah penutup, lempung, pasir, dan material tufaan. Lapisan pasir diinterpretasikan sebagai akuifer, sedangkan lempung dan material tufaan sebagai akuitar. Hasil neraca air periode 2016–2025 menunjukkan nilai infiltrasi sebesar 332,17 – 1.166,81 mm/tahun. Kedudukan muka airtanah secara umum lebih tinggi di bagian selatan dan lebih rendah ke arah utara, sehingga arah aliran airtanah bergerak dari selatan menuju utara. Beberapa lokasi menunjukkan kerucut airtanah yang diduga berkaitan dengan pendayagunaan airtanah yang signifikan. Sebagian besar parameter kualitas airtanah masih memenuhi baku mutu, tetapi beberapa lokasi menunjukkan konsentrasi pH, Fe, Mn, dan Nitrat yang melebihi baku mutu. Analisis sistem dinamik menggambarkan keterkaitan antara curah hujan, tutupan lahan, litologi, infiltrasi, pendayagunaan airtanah, dan kualitas airtanah di Kota Tangerang Selatan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609100058
Keyword
Airtanah akuifer kualitas air neraca air Tangerang Selatan