Formulasi dan Uji Kelembapan Sediaan Lip Balm Mengandung Minyak Bekatul (Rice bran oil)
View/Open
Author
Date Published
07 Sep 2026
Advisor
Subject
Farmasi
Publisher
Bibir merupakan bagian kulit yang rentan mengalami kekeringan karena tidak memiliki kelenjar minyak, sehingga memerlukan sediaan pelembab seperti lip balm. Minyak bekatul (Rice bran oil) berpotensi sebagai bahan aktif pelembab bibir karena kandungan asam lemak esensial, skualen, gamma-oryzanol, dan vitamin E di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui reaksi iritatif, kemampuan peningkatan kelembapan, serta daya melembapkan sediaan lip balm minyak bekatul dibandingkan dengan produk komersial Vaseline Lip Therapy. Sediaan lip balm dibuat dalam empat formula dengan variasi konsentrasi minyak bekatul, yaitu F0 (0%), F1 (5%), F2 (7,5%), dan F3 (10%), kemudian dilakukan evaluasi sifat fisik dan kimianya serta diuji stabilitasnya menggunakan metode cycling test selama enam siklus. Uji iritasi dilakukan dengan metode tempel terbuka (open patch test) pada kulit sukarelawan selama 24 jam, sedangkan uji kelembapan dilakukan menggunakan skin analyzer sebelum dan sesudah aplikasi sediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat formula stabil secara fisik dan kimia setelah uji stabilitas. Keempat formula juga tidak menimbulkan reaksi iritasi pada kulit sukarelawan. Uji kelembapan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kelembapan F0, F1, F2, dan F3 berturut-turut sebesar 29,30 ± 6,85%; 34,25 ± 5,55%; 44,10 ± 6,00%; dan 49,25 ± 1,37%. Hasil uji statistik menunjukkan F3 tidak berbeda bermakna dengan produk pembanding. Minyak bekatul dapat diformulasikan menjadi sediaan lip balm yang stabil, tidak mengiritasi, dan efektif melembapkan bibir, dengan F3 [10%] sebagai formula terbaik.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609100037
Keyword
Lip balm minyak bekatul kelembapan bibir uji iritasi uji stabilitas