ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL DAN FISIK DENGAN PENDEKATAN NASA-TLX DAN CVL PADA PENJAHIT DI SERAGAMIN KONVEKSI
Aktivitas menjahit pada industri konveksi umumnya bersifat repetitif, menuntut tingkat ketelitian yang tinggi, dan dikerjakan dalam posisi tubuh yang cenderung statis, sehingga pekerja berisiko mengalami beban kerja baik secara mental maupun fisik. Tingkat beban kerja mental diukur melalui kuesioner National Aeronautics and Space Administration Task Load Index (NASA-TLX), sementara beban kerja fisik dinilai dengan metode Cardiovascular Load (CVL) yang membandingkan denyut nadi saat istirahat dengan denyut nadi selama bekerja. Dari hasil pengukuran, beban kerja mental para pekerja tergolong tinggi hingga sangat tinggi, tercermin dari skor Weighted Workload (WWL) pada rentang 57,33 sampai 82,00, sedangkan beban kerja fisik menurut CVL berada pada kategori sedang. Di antara enam dimensi NASA-TLX, Physical Demand tercatat sebagai kontributor paling besar terhadap skor WWL, mengindikasikan tingginya tuntutan fisik yang dirasakan pekerja selama proses menjahit berlangsung. Bertolak dari temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan penerapan peregangan di tempat kerja (workplace stretching), jeda kerja singkat (micro break), serta penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengaturan waktu istirahat kerja guna menekan kelelahan, menjaga konsentrasi, dan mendukung kesehatan, keselamatan, sekaligus produktivitas pekerja.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609090030
Keyword
beban kerja mental beban kerja fisik NASA-TLX CVL penjahitan