Analisis Spasial Kebakaran Hutan dan Lahan Menggunakan Metode Geographically Weighted Regression di Kabupaten Ogan Komering Ilir
Kebakaran hutan dan lahan merupakan permasalahan lingkungan yang
berulang di Indonesia dan memiliki dampak besar terhadap ekosistem,
kesehatan, serta perekonomian. Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI)
merupakan salah satu wilayah rawan kebakaran di Provinsi Sumatera
Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk membentuk dataset spasial
yang telah diseragamkan resolusi dan diselaraskan secara spasial, serta
menganalisis variasi spasial pengaruh faktor lingkungan dan
sosial-ekonomi terhadap luas burned area menggunakan metode
Geographically Weighted Regression (GWR). Data yang digunakan
meliputi burned area sebagai variabel dependen, serta curah hujan,
elevasi, kepadatan penduduk, NDVI, nighttime light (NTL), dan
kemiringan lereng sebagai variabel independen. Seluruh data raster
dipotong sesuai wilayah Kabupaten OKI, direproyeksi ke sistem
koordinat UTM zona 48 Selatan, serta diresampling dan diselaraskan
pada grid 10 km × 10 km. Model OLS digunakan sebagai pembanding
global sebelum dilakukan pemodelan lokal menggunakan GWR. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa model GWR memberikan kinerja yang
lebih baik dibandingkan OLS, dengan nilai R2 sebesar 0,837, adjusted
R2 sebesar 0,787, dan AICc sebesar 2017,533. Nilai Moran’s I residual
juga menurun dari 0,730 pada OLS menjadi 0,299 pada GWR. Curah
hujan menjadi faktor yang paling konsisten berpengaruh negatif
terhadap burned area, sedangkan NTL menunjukkan peran aktivitas
manusia yang bersifat lokal. Variabel elevasi, NDVI, dan kemiringan
lereng menunjukkan pengaruh yang tidak seragam antarwilayah.
Dengan demikian, GWR mampu menangkap heterogenitas spasial
kejadian kebakaran di Kabupaten OKI secara lebih baik dibandingkan
model global.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609090016
Keyword
burned area GWR Kabupaten Ogan Komering Ilir kebakaran hutan dan lahan OLS