(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

PERBANDINGAN METODE MASERASI DAN ULTRASOUND ASSISTED EXTRACTION (UAE) TERHADAP KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK ETANOL DAUN BIDARA (Ziziphus mauritiana Lam.)


Daun bidara (Ziziphus mauritiana Lam.) mengandung flavonoid sebagai senyawa metabolit sekunder dominan yang berperan penting dalam aktivitas antioksidan. Pemilihan metode ekstraksi yang tepat menentukan kadar flavonoid total, sehingga penelitian ini bertujuan membandingkan metode maserasi selama 24 jam dengan 2 kali remaserasi dan Ultrasound Assisted Extraction (UAE) selama 30 menit terhadap kadar flavonoid total ekstrak etanol daun bidara. Penetapan kadar flavonoid total menggunakan metode kolorimetri dengan pereaksi AlCl3, mengacu pada kurva baku kuersetin berdasarkan persamaan linear y = 0,0103x + 0,1677 dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,9993. Absorbansi sampel diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis, kemudian dianalisis secara statistik melalui uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, dan Independent Sample T-Test. Hasil menunjukkan rendemen ekstrak maserasi sebesar 10,893 persen dan UAE sebesar 11,805 persen, dengan kadar flavonoid total metode maserasi sebesar 20,65 ± 0,120 mg QE/g, lebih rendah dibandingkan metode UAE sebesar 33,94 ± 0,30 mg QE/g. Uji statistik menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua metode ekstraksi (p<0,05). Disimpulkan bahwa metode UAE lebih efektif dibandingkan maserasi dalam menghasilkan kadar flavonoid total ekstrak etanol daun bidara, sehingga berpotensi digunakan sebagai metode ekstraksi yang lebih efektif dalam pengembangan bahan baku obat bahan alam berbasis flavonoid. Penelitian selanjutnya disarankan mengkaji variasi parameter ekstraksi terhadap kadar flavonoid total ekstrak daun bidara.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609080038

Keyword
daun bidara flavonoid total maserasi Ultrasound Assisted Extraction spektrofotometri UV-Vis