Analisis Faktor yang Memengaruhi Sindrom Koroner Akut (SKA) Pasien Penyakit Jantung Koroner (PJK) Menggunakan Chi-Squared Automatic Interaction Detection (CHAID)
Sindrom Koroner Akut (SKA) merupakan manifestasi klinis akut dari Penyakit Jantung Koroner (PJK) yang terdiri atas tiga kategori, yaitu Unstable Angina Pectoris (UAP), ST Elevation Myocardial Infarction (STEMI), dan Non-ST Elevation Myocardial Infarction (NSTEMI). Identifikasi faktor yang berpengaruh terhadap status SKA diperlukan untuk mendukung proses klasifikasi berdasarkan karakteristik klinis pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi status SKA serta membangun model klasifikasi menggunakan metode Chi-Squared Automatic Interaction Detection (CHAID). Data yang digunakan berupa data sekunder rekam medis pasien rawat inap PJK di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek periode 2025 dengan jumlah 411 pasien. Variabel dependen penelitian adalah status SKA (UAP, STEMI, dan NSTEMI), sedangkan variabel independen meliputi hipertensi, diabetes melitus tipe 2, elektrokardiogram (EKG), usia, jenis kelamin, heart rate (HR), respiratory rate (RR), dan saturasi oksigen. Hasil analisis CHAID menunjukkan bahwa terdapat empat variabel yang berpengaruh signifikan terhadap status SKA, yaitu EKG, jenis kelamin, hipertensi, dan RR. EKG menjadi faktor paling dominan karena terpilih sebagai Root Node pada pohon keputusan. Evaluasi model menggunakan confusion matrix menghasilkan nilai akurasi sebesar 93,43%, sehingga metode CHAID mampu mengklasifikasikan status SKA dengan tingkat ketepatan yang sangat baik.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609080020
Keyword
CHAID Decision Tree Klasifikasi Koreksi Bonferroni Sindrom Koroner Akut