Analisis Karakteristik Biobriket Kombinasi Arang Cangkang Kemiri (Aleurites Moluccanus L.) dan Kulit Kakao (Theobroma Cacao L.) Menggunakan Perekat Kulit Singkong (Manihot Esculenta)
Kebutuhan energi yang terus meningkat mendorong pengembangan sumber energi alternatif berbasis biomassa terbarukan. Limbah pertanian seperti cangkang kemiri dan kulit kakao berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku biobriket karena mengandung komponen lignoselulosa yang dapat dikonversi menjadi bahan bakar padat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi komposisi arang cangkang kemiri dan kulit kakao menggunakan perekat pati kulit singkong terhadap karakteristik biobriket serta menentukan komposisi terbaik berdasarkan parameter mutu biobriket. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu rasio arang kulit kakao dan cangkang kemiri (75:25, 80:20, dan 85:15) serta konsentrasi perekat kulit singkong (25%, 20%, dan 15%) dengan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi komposisi arang dan konsentrasi perekat memengaruhi karakteristik biobriket. Kadar air berkisar 6,60–8,05
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609070021
Keyword
Biobriket, Cangkang Kemiri, Kulit Kakao, Pati Kuli