Rumput laut Gracilaria sp. memiliki nilai ekonomi yang tinggi, tetapi kemampuannya mengakumulasi logam berat dapat menjadi indikator pencemaran perairan. Penelitian ini bertujuan menentukan kadar timbal (Pb) pada air laut dan Gracilaria sp. yang diperoleh dari Pantai Onaria, Desa Tri Dharmayoga, Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan. Pengambilan sampel dilakukan pada hari ke-1, 10, 20, dan 30. Parameter yang dianalisis meliputi morfologi rumput laut, kualitas air, kadar air, serta kadar Pb pada air laut dan Gracilaria sp. Kadar Pb ditentukan menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa Gracilaria sp. memiliki thallus silindris, kecil, memanjang, berwarna hijau dengan ujung kekuningan, permukaan halus, dan percabangan tidak teratur. Kualitas air selama pengamatan menunjukkan pH 8,4; 7,9; 7,5; dan 7,9, suhu 35,9; 29,5; 32; dan 32 °C, serta dissolved oxygen (DO) 5,3; 5,5; 5,5; dan 5,4 mg/L masing-masing pada hari ke-1, 10, 20, dan 30. Kadar air Gracilaria sp. pada hari ke-1, 10, 20, dan 30 berturut-turut sebesar 86,8 ± 2,9%; 85,1 ± 0,7%; 84,2 ± 0,9%; dan 82,3 ± 0,4%. Kadar Pb pada air laut pada hari ke-1, 10, 20, dan 30 berturut-turut sebesar 0,269; 0,198; 0,198; dan 0,183 mg/L, seluruhnya melebihi baku mutu 0,008 mg/L berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 51 Tahun 2004. Kadar Pb pada Gracilaria sp. kering pada hari ke-1, 10, 20, dan 30 masing-masing sebesar 13,047; 8,612; 7,490; dan 7,030 mg/kg. Hasil tersebut menunjukkan adanya penurunan kadar Pb selama periode pengamatan, namun konsentrasinya masih relatif tinggi, sehingga perairan Pantai Onaria terindikasi mengalami pencemaran Pb dan Gracilaria sp. berpotensi mengakumulasi Pb dari lingkungan perairannya.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609070015
Keyword
Gracilaria sp. timbal air laut Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) Pantai Onaria