Uji Efektifitas Antiinflamasi Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Kumis Kucing dan Daun Sirih Hijau Pada Mencit Diindukasi Karagenan
Inflamasi merupakan respons pertahanan tubuh yang ditandai dengan pembengkakan akibat pelepasan berbagai mediator inflamasi. Daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus) dan daun sirih hijau (Piper betle L.) diketahui memiliki kandungan senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan kombinasi ekstrak etanol daun kumis kucing dan daun sirih hijau dalam menurunkan inflamasi serta membandingkan efektivitasnya dengan ekstrak tunggal. Penelitian menggunakan metode eksperimental in vivo pada 24 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi enam kelompok, yaitu normal, kontrol negatif, kontrol positif, ekstrak daun kumis kucing, ekstrak daun sirih, dan kombinasi ekstrak. Inflamasi diinduksi menggunakan karagenan 1 persen secara subplantar, kemudian edema kaki diukur menggunakan jangka sorong. Data persentase inflamasi dianalisis menggunakan Two-Way ANOVA dan uji lanjut Tukey. Hasil penelitian menunjukkan kelompok kombinasi memiliki perbedaan signifikan dibandingkan kontrol negatif dengan nilai p kurang dari 0,05, sedangkan dibandingkan ekstrak tunggal tidak menunjukkan perbedaan signifikan dengan nilai p lebih dari 0,05. Pada menit ke-390, persentase inhibisi kombinasi mencapai 89,605 persen. Kesimpulan penelitian menunjukkan kombinasi ekstrak etanol daun kumis kucing dan daun sirih hijau memiliki aktivitas antiinflamasi, tetapi belum menunjukkan efektivitas yang berbeda secara signifikan dibandingkan ekstrak tunggal.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609050017
Keyword
antiinflamasi daun kumis kucing daun sirih kombinasi ekstrak karagenan