ISOLASI DAN KARAKTERISASI SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DARI EKSTRAK BATANG JARAK TINTIR (Jatropha sp.) SERTA UJI BIOAKTIVITASNYA TERHADAP SEL KANKER SERVIKS (HeLa)
Upaya pencarian kandidat agen antikanker serviks berbasis bahan alam mendorong pengisolasian dan karakterisasi senyawa metabolit sekunder dari ekstrak batang Jarak Tintir (Jatropha sp.) asal Pianggu, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, serta evaluasi aktivitas antioksidan dan sitotoksisitasnya terhadap sel kanker serviks (HeLa). Maserasi terpisah terhadap 50 g simplisia batang Jatropha sp. menghasilkan rendemen ekstrak metanol sebesar 1,7612%, etil asetat 1,301%, dan n-heksana 0,3016% (b/b), dengan menunjukkan intensitas positif tertinggi pada uji fenolik dalam ekstrak metanol. Pengujian aktivitas antioksidan (DPPH) mencatatkan nilai IC50 ekstrak metanol sebesar 62,7593 µg/mL, melampaui vitamin C (70,4469 µg/mL), sedangkan ekstrak etil asetat dan n-heksana masing-masing bernilai 203,9575 µg/mL dan 159,8483 µg/mL. Pemisahan ekstrak metanol melalui KCV (29 fraksi menjadi 10 kelompok CF1-CF10) dan pemurnian KKG (CF3-CF5) menghasilkan fraksi G1-G5, tahap pemurnian dilanjutkan lagi untuk G2-G3 menghasilkan 5 fraksi (H1-H5). Fraksi H5 ini dikodekan sebagai isolat senyawa ABD (12,5 mg; titik leleh 75,9-77,0°C; nilai Rf 0,30; 0,51; dan 0,48). Hasil uji FeCl3 positif, UV-Vis (λmax= 302 nm ), dan FT-IR (-OH fenolik 3390,40 cm-1, C-H alifatik 2923,89 dan 2853,56 cm-1, C=O terkonjugasi 1709,55 cm-1, C=C aromatik 1517,21 cm-1, serta C-O 1039,22 cm-1) mengindikasikan isolat senyawa ABD sebagai senyawa fenilpropanoid dengan karakteristik yang paling mendekati turunan alkil ferulat. Pengujian sitotoksisitas (MTT) terhadap sel HeLa menghasilkan nilai IC50 sebesar 34,0477 µg/mL (R2=0,9785).
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609040009
Keyword
Metabolit Sekunder Antioksidan Jatropha sp. Kanker Serviks Fenilpropanoid