ANALISIS PERUBAHAN KEDALAMAN DI BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG MENGGUNAKAN SINGLEBEAM ECHOSOUNDER TAHUN 2023 - 2025
Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung yang
terletak di perairan Teluk Hurun, Kabupaten Pesawaran, merupakan
kawasan strategis pengembangan teknologi budidaya laut nasional
yang keberhasilan operasionalnya sangat bergantung pada kestabilan
kedalaman perairan, sehingga pemantauan batimetri secara berkala
menjadi suatu kebutuhan mendasar. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui perubahan kedalaman perairan di wilayah BBPBL
Lampung dengan membandingkan Digital Bathymetric Model (DBM)
tahun 2023, 2024, dan 2025, serta mengidentifikasi pola dan lokasi
sebaran area yang mengalami sedimentasi maupun erosi guna
mengetahui dinamika dasar perairan di kawasan tersebut. Data
kedalaman diperoleh melalui survei batimetri menggunakan Single
Beam Echosounder (SBES) yang diolah dengan koreksi pasang surut,
kemudian dimodelkan dalam bentuk Digital Elevation Model (DEM)
dan dianalisis menggunakan metode Grid Math (Δh = h akhir - h awal)
untuk menghitung selisih kedalaman antar periode pengamatan. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2023 rata-rata kedalaman
tercatat 7,13 meter sebagai kondisi acuan awal, kemudian menyusut
menjadi 6,72 meter pada tahun 2024 yang mengindikasikan dominasi
proses sedimentasi dengan nilai pendangkalan ekstrem mencapai -6,23
meter di sisi timur hingga tenggara area penelitian, dan berbalik drastis
pada tahun 2025 dengan rata-rata kedalaman melonjak menjadi 8,33
meter disertai nilai penggerusan maksimum mencapai 6,61 meter yang
membentuk pola lekukan memanjang menyerupai parit di bagian
tengah dan barat daya perairan. Dinamika perubahan kedalaman yang
teridentifikasi menunjukkan bahwa perairan BBPBL Lampung
merupakan kawasan yang sangat aktif secara morfologi, dikendalikan
oleh interaksi kompleks antara arus pasang surut, energi gelombang,
serta pasokan material sedimen dari daerah aliran sungai yang bermuara
ke Teluk Lampung, sehingga pemantauan batimetri secara rutin sangat
diperlukan sebagai dasar pengelolaan kawasan budidaya yang
berkelanjutan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609030012
Keyword
Batimetri Digital Elevation Model Dinamika Kedalaman Erosi SBES Sedimentasi Teluk Hurun.