INTEGRASI MODEL GEOMEKANIKA DAN TORQUE AND DRAG UNTUK OPTIMALISASI LINTASAN PENGEBORAN BERARAH
Perencanaan lintasan pengeboran berarah harus mempertimbangkan kemampuan mencapai target reservoir, stabilitas lubang bor, serta efisiensi mekanika pengeboran. Geometri lintasan yang kurang optimal dapat meningkatkan risiko torque and drag sehingga berpotensi menimbulkan permasalahan operasional. Penelitian ini bertujuan mengintegrasikan model geomekanika dan model torque and drag untuk menentukan konfigurasi lintasan pengeboran berarah yang optimum pada Sumur X. Model geomekanika dibangun menggunakan data log sonic untuk menentukan rock properties, tekanan pori dengan metode Eaton, tegangan efektif, dan tegangan in-situ dan fracture gradient. Parameter tersebut digunakan untuk menghitung collapse pressure dan mud window pada lintasan eksisting serta empat lintasan alternatif (C1, C2, C3, dan C4). Analisis torque and drag dilakukan menggunakan metode soft string berdasarkan perubahan geometri lintasan melalui parameter dogleg severity, side force, drag, dan torque. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh lintasan memiliki kondisi wellbore stability yang aman. Analisis torque and drag menunjukkan bahwa lintasan dengan dogleg severity yang lebih rendah menghasilkan side force, drag, dan torque yang lebih kecil. Berdasarkan hasil integrasi kedua model, lintasan C3 dipilih sebagai lintasan optimum karena memiliki deviasi collapse pressure terkecil sebesar 0,8594 ppg, tetap berada dalam mud window yang aman, serta menghasilkan nilai dogleg severity, side force, drag, dan torque terendah dibandingkan lintasan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi model geomekanika dan model torque and drag mampu mendukung pemilihan lintasan pengeboran yang lebih aman dan efisien.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609020049
Keyword
Pengeboran Berarah Geomekanika Torque and Drag Wellbore Stability Collapse Pressure Optimasi Lintasan