Analisis Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Dengan Metode HIRARC Pada Proses Produksi Konveksi Lues Olma Perdana
Industri konveksi menjadi salah satu sektor manufaktur yang memiliki kontribusi penting dalam memenuhi kebutuhan sandang masyarakat sekaligus mendukung perkembangan pertumbuhan ekonomi. Proses produksi pada industri konveksi meliputi kegiatan pemotongan bahan, penjahitan, penyetrikaan, dan pengemasan yang mencakup penggunaan berbagai mesin, peralatan tajam, serta aktivitas manual handling yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Konveksi Lues Olma Perdana sebagai industri yang menjalankan kegiatan produksi celana jeans pria masih menghadapi beragam sumber yang dapat berdampak terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi sumber bahaya yang terdapat pada kegiatan produksi, menilai tingkat risiko yang menyebabkan kecelakaan kerja, serta menentukan upaya pengendalian terhadap risiko tersebut di konveksi Lues Olma Perdana. Proses identifikasi dan penilaian risiko dilakukan dengan menerapkan metode Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC). Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, serta dokumentasi yang mencakup seluruh tahapan dalam proses produksi. Berdasarkan hasil identifikasi dan penilaian risiko, ditemukan sebanyak 21 potensi bahaya, dengan rincian 13 risiko berada pada kategori rendah dan 8 risiko termasuk kategori sedang. Sementara itu, tidak ditemukan adanya risiko yang tergolong tinggi maupun ekstrem. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa sumber bahaya yang dominan berasal dari faktor mekanik, fisik, ergonomi dan kondisi lingkungan kerja, yang meliputi luka sayat akibat mesin potong, tertusuk jarum mesin jahit, luka bakar akibat setrika uap, paparan debu kain, disertai dengan gangguan muskuloskeletal akibat postur kerja yang tidak sesuai dengan prinsip ergonomi. Pengendalian terhadap risiko yang teridentifikasi dapat dilakukan dengan mengacu pada hierarki pengendalian risiko, yang mencakup eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, pengendalian administratif, hingga penggunaan alat pelindung diri (APD). Penerapan langkah kerja yang lebih aman, sehat dan produktif.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609020040
Keyword
Keselamatan dan Kesehatan Kerja HIRARC Identifikasi Bahaya Risiko Kecelakaan Kerja Industri Konveksi