Pengaruh Interaksi WWB, CENS, dan MJO Terhadap Variabilitas Curah Hujan Ekstrem di Indonesia bagian Barat Periode 2000 - 2022
Fenomena Westerly Wind Burst (WWB), Cross-Equatorial Northerly Surge (CENS), dan Madden–Julian Oscillation (MJO) berperan dalam mengontrol konveksi dan curah hujan ekstrem di Indonesia bagian barat. Penelitian ini menganalisis karakteristik ketiga fenomena tersebut serta peluang terjadinya hujan ekstrem terkait interaksinya selama musim dingin Asia (NDJFM) periode 2000–2022. Data yang digunakan meliputi angin permukaan laut untuk identifikasi CENS, angin 700 hPa untuk identifikasi WWB, angin 850 hPa untuk menganalisis pola angin, indeks RMM untuk menentukan fase dan amplitudo MJO, OLR sebagai indikator konveksi, VIMT dan VIMFC untuk menganalisis transpor dan konvergensi uap air, serta data curah hujan untuk analisis komposit, anomali, P95, dan PCE. Hasil menunjukkan bahwa saat WWB, CENS, dan MJO aktif, konveksi menguat dengan anomali OLR sebesar −20 hingga −30 W/m², disertai transpor uap air sebesar 516–590 kg m⁻¹ s⁻¹ dan konvergensi hingga −3,72 × 10⁻⁶ kg m⁻² s⁻¹ di wilayah barat Sumatra dan selatan Jawa. PCE meningkat hingga +100% di Laut Jawa. Sementara itu, pada kondisi WWB dan CENS aktif tanpa MJO, transpor dan konvergensi uap air relatif sama, meskipun cakupan konvergensi meluas hingga Kalimantan. Namun, konveksi tidak merata dengan anomali OLR sebesar +10 hingga +20 W/m² dan PCE menurun hingga −100% di sebagian Sumatra dan Kalimantan. Hal ini menunjukkan peran MJO dalam memperluas peluang terjadinya hujan ekstrem. Studi kasus banjir di Padang, Semarang, dan Grobogan mendukung temuan tersebut, dengan suplai uap air beberapa hari sebelum kejadian yang memicu hujan ekstrem setelah diikuti penguatan konvergensi uap air pada hari kejadian.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609020027
Keyword
WWB MJO CENS curah hujan ekstrem PCE