Klasifikasi Tingkat Kejadian Titik Api di Provinsi Lampung Berdasarkan Faktor Iklim menggunakan Model Regresi Logistik Multinomial
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi permasalahan lingkungan yang sering terjadi di Indonesia, termasuk di Lampung. Titik api merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mendeteksi potensi karhutla. Oleh sebab itu, diperlukan sistem yang dapat membantu dalam mengklasifikasikan tingkat kejadian titik api sebagai upaya mitigasi bencana karhutla. Tugas Akhir ini bertujuan membangun model regresi logistik multinomial dengan faktor iklim untuk memprediksi tingkat kejadian titik api di Provinsi Lampung. Tugas Akhir ini diawali dengan pengelompokan data titik api menggunakan metode K-Means Clustering ke dalam tiga kategori. Selanjutnya dilakukan analisis korelasi menunjukan bahwa temperatur, kelempaban, curah hujan memiliki hubungan dengan kejadian titik api dengan nilai korelasi sebesar 0,34, -0,63, dan -0,25. Selain itu, terdapat hubungan antara tingkat kejadian titik api pada periode sebelumnya dengan periode saat ini dengan nilai korelasi sebesar 0,67. Tahapan berikutnya membangun model regresi logistik multinomial berdasarkan faktor iklim dengan tingkat kejadian titik api sebagai variabel dependen. Model regresi logistik multinomial yang dibangun mampu mengklasifikasikan tingkat kejadian titik api dengan akurasi sebesar 86,10 persen.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609010009
Keyword
Titik Api Iklim K-Means Clustering Regresi Logistik Multinomial