Analisis Spasial-Temporal Cadangan Air Tanah danTingkat Kekeringan Berbasis Data Satelit GRACE-FO di Sumatera Bagian Selatan
Pengelolaan sumber daya air tanah sering kali terkendala oleh ketersediaan data lapangan. Penelitian ini memanfaatkan teknologi penginderaan jarak jauh berbasis satelit dengan melakukan analisis spasial dan temporal dinamika Ground Water Storage (GWS) untuk mengatasi keterbatasan data sumur pantau dalam identifikasi kekeringan air tanah. Penelitian ini mengkaji kapan dan di mana terjadi perubahan GWS serta kekeringan air tanah di wilayah Sumbagsel sepanjang tahun 2023. Pendekatan dilakukan dengan mengekstraksi data satelit Gravity Recovery and Climate Experiment Follow-On (GRACE-FO), pemodelan hidrologi Global Land Data Assimilation System (GLDAS), dan citra curah hujan CHIRPS menggunakan platform Google Earth Engine (GEE), serta menghitung tingkat kekeringan menggunakan indeks GRACE-Drought Severity Index (GRACE-DSI). Hasil menunjukkan bahwa wilayah Provinsi Lampung, Sumatera Selatan, dan Jambi mengalami penurunan GWS pada Agustus – Oktober 2023. Provinsi Bengkulu menunjukkan kondisi GWS yang relatif stabil tidak mengalami kekeringan, Kepulauan Bangka Belitung mengalami defisit sepanjang periode pengamatan. Indeks GRACE-DSI menunjukan wilayah Sumbagsel mulai mengalami kekeringan dimulai dari bulan Agustus – November 2023. Penelitian ini menunjukan dinamika GWS di Wilayah Sumbagsel tahun 2023 serta dapat menjadi dasar dalam pemantauan kekeringan sebagai dasar mitigasi kekeringan air tanah dan pengelolaan sumber daya air di wilayah yang memiliki keterbatasan data observasi lapangan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2608310043
Keyword
GRACE-DSI, GRACE-FO, GWS, Kekeringan, Sumbagsel