ANALISIS DAERAH POTENSIAL RESAPAN AIR DAN PENENTUAN LOKASI MANAGED AQUIFER RECHARGE (MAR) SEBAGAI UPAYA PENGELOLAAN BANJIR DI SUB DAS WAY KANDIS
Sub DAS Way Kandis menghadapi bencana banjir dan rendahnya daerah resapan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi titik banjir, menganalisis daerah resapan air berdasarkan parameter hidrogeologi, dan mengidentifikasi awal lokasi Managed Aquifer Recharge (MAR). Titik banjir diidentifikasi melalui data sekunder tahun 2021–2026 yang bersumber dari Research In Flood ITERA dan Geoportal Data Bencana Indonesia. Pemetaan daerah potensial resapan air menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan metode weighted overlay yang mengacu pada Standar Operasional Prosedur Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan (SOP PATGTL). Parameter yang digunakan meliputi kelulusan batuan, curah hujan, kerapatan kelurusan, kemiringan lereng, dan kerapatan sungai. Penentuan lokasi MAR dibatasi secara kuantitatif berdasarkan potensi resapan air, data titik banjir, kelulusan batuan, luas wilayah dan kemiringan lereng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data titik banjir mendominasi wilayah hulu (barat daya) serta sebagian wilayah tengah dan hilir (timur). Potensi resapan air didominasi oleh kategori tinggi seluas 341 km2 pada wilayah tengah dan hilir (timur) sedangkan wilayah hulu (barat daya) didominasi kategori sedang seluas 79 km2. Jenis MAR yang digunakan adalah sumur resapan, penampungan air hujan, galeri infiltrasi, kolam infiltrasi, tangki perkolasi dan filtrasi tepi sungai pada Sub DAS Way Kandis.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2608310042
Keyword
Banjir, Managed Aquifer Recharge (MAR), Resapan Ai