(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Pemodelan Reaksi Hidrasi Ion Logam Berat pada Perairan di Sekitar Kawasan Industri Berbasis Density Functional Theory


Pencemaran air oleh ion logam berat seperti timbal (Pb²⁺), kadmium (Cd²⁺), dan merkuri (Hg²⁺) menjadi perhatian karena sifatnya yang berbahaya dan persisten. Tugas akhir ini bertujuan menentukan bilangan koordinasi paling stabil secara energetik pada kompleks hidrat Pb²⁺, Cd²⁺, dan Hg²⁺ serta membandingkan karakteristik energetiknya berdasarkan energi interaksi kompleks hidrat. Analisis dilakukan pada fasa gas dalam kondisi STP menggunakan metode Density Functional Theory (DFT) dengan B3LYP, basis set LANL2DZ untuk atom logam, dan 6-31G(d,p) untuk atom nonlogam. Parameter yang dianalisis meliputi energi interaksi rata-rata, energi penambahan molekul air ke-n, panjang ikatan, dan bilangan koordinasi. Pada Hg²⁺, energi penambahan berubah dari −1,77 eV pada n = 5 menjadi +3,00 eV pada n = 6, sehingga n = 5 merupakan bilangan koordinasi paling stabil secara energetik dalam rentang kalkulasi. Pada Pb²⁺ dan Cd²⁺, energi penambahan hingga n = 8 masih bernilai negatif, masing-masing sebesar −0,82 eV dan −0,94 eV, sehingga bilangan koordinasi paling stabil belum dapat ditetapkan. Pada n = 1, energi interaksi rata-rata Hg²⁺, Cd²⁺, dan Pb²⁺ masing-masing sebesar −3,58 eV, −3,55 eV, dan −3,06 eV. Urutan tersebut menempatkan Hg²⁺ sebagai ion dengan interaksi awal paling kuat terhadap molekul air, diikuti Cd²⁺ dan Pb²⁺.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2608300017

Keyword
DFT Hidrasi Ion logam berat Bilangan koordinasi