EVALUASI KINERJA SEISMIK GEDUNG BETON BERTULANG 5 LANTAI KATEGORI RISIKO IV MENGGUNAKAN NONLINEAR TIME HISTORY ANALYSIS BERDASARKAN ASCE 41-17 DI JAKARTA PUSAT
Indonesia berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik aktif sehingga gempa bumi berisiko tinggi merusak fasilitas publik vital seperti gedung sekolah (Kategori Risiko IV). Perancangan tahan gempa masih banyak mengandalkan pendekatan linear yang belum menggambarkan respons dinamis nonlinear secara eksplisit. Studi ini mengevaluasi kinerja seismik gedung sekolah beton bertulang lima lantai (SRPMK) di Jakarta Pusat menggunakan Nonlinear Time History Analysis (NLTHA) berdasarkan ASCE 41-17, dengan sebelas pasang rekaman gerak tanah hasil spectral matching. Hasil analisis menunjukkan rata-rata gaya geser dasar 33.459,64 kN (X) dan 25.717,94 kN (Y), displacement maksimum 132,89 mm (X) dan 137,34 mm (Y), serta story drift maksimum 0,0101 (X) dan 0,0106 (Y) — seluruhnya di bawah batas Life Safety 0,020. Sendi plastis didominasi elemen balok pada rentang IO–LS, namun rekaman TH5 menghasilkan sendi plastis melampaui Collapse Prevention pada kolom C38 lantai 2. Struktur memenuhi level Life Safety secara global, tetapi terdapat elemen kritis lokal yang memerlukan evaluasi dan perkuatan lanjutan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2608290002
Keyword
Kinerja seismik Nonlinear Time History Analysis Base Shear Story Drift Sendi Plastis ASCE 41-17