Fabrikasi Scaffold Berbasis Hidroksiapatit (HAp) Tulang Ikan Air Tawar/Kitosan/Pva Menggunakan Metode Freeze Drying Untuk Rekayasa Jaringan Tulang
View/Open
Author
KHOLISAH, NUR HIDAYAH
Date Published
07 Aug 2026
Advisor
Marsudi Siburian, S.Si., M.Biotech., Rosita Wati, S.Pd., M.Sc., Endah, S.Pd., M.Biotech.,
Subject
Teknik Biomedis
Publisher
Fraktur tulang merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang memerlukan biomaterial berpori, biokompatibel, dan memiliki sifat mekanik yang memadai untuk mendukung regenerasi jaringan tulang. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik hidroksiapatit (HAp) dari tulang ikan nila (Oreochromis niloticus), patin (Pangasius spp.), dan gurami (Osphronemus goramy), serta memfabrikasi scaffold HAp/PVA dan HAp/Kitosan/PVA menggunakan metode freeze drying. Karakterisasi dilakukan menggunakan XRD, FTIR, SEM-EDX, analisis distribusi ukuran pori, porositas, uji degradasi, dan uji kuat tekan. Hasil XRD menunjukkan seluruh sampel mengandung fase hidroksiapatit dengan HAp tulang ikan gurami memiliki karakteristik terbaik. FTIR mengonfirmasi gugus fungsi khas hidroksiapatit dan polimer, sedangkan SEM-EDX menunjukkan struktur berpori dengan komposisi unsur yang sesuai. Scaffold HAp/Kitosan/PVA memiliki ukuran pori rata-rata 20–60 µm, porositas 55,023%, kuat tekan 1,80 ± 0,58 MPa, modulus elastisitas 29,75 ± 4,75 MPa, serta degradasi 29,81 ± 11,17%, lebih baik dibandingkan HAp/PVA. Dengan demikian, scaffold HAp/Kitosan/PVA berpotensi sebagai biomaterial untuk rekayasa jaringan tulang.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2608280006
Keyword
Freeze drying Hidroksiapatit Karakterisasi Scaffold Rekayasa jaringan tulang