ANALISIS SEBARAN DAN KARAKTERISTIK SUMBER GEMPABUMI DI PULAU SUMATRA MENGGUNAKAN ALGORITMA K-MEANS CLUSTERING
Pulau Sumatra merupakan salah satu wilayah dengan aktivitas seismik tertinggi di Indonesia akibat posisinya yang berada pada zona pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Tingginya volume data kegempaan yang terus berkembang memerlukan pendekatan analisis yang mampu mengidentifikasi pola sebaran dan karakteristik sumber gempa secara sistematis dan objektif. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran gempabumi, menganalisis hasil K-Means Clustering, serta mengkaji karakteristik tiap kluster dan korelasinya dengan zona tektonik Pulau Sumatra. Data yang digunakan bersumber dari katalog USGS rentang tahun 1925-2025 dengan batasan magnitudo M ≥ 5.0 Mw, menghasilkan 2.711 kejadian gempabumi. Pengolahan dilakukan menggunakan Python dengan empat parameter input yaitu longitude, latitude, kedalaman, dan magnitudo yang dinormalisasi menggunakan StandardScaler, serta penentuan kluster optimal menggunakan Silhouette Coefficient. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebaran episenter terpadat berada di zona lepas pantai barat Sumatra yang berimpit dengan zona subduksi Sunda dan zona megathrust, dengan gempa dangkal (< 60 km) mendominasi zona offshore dan gempa menengah hingga dalam tersebar di sepanjang daratan Pegunungan Bukit Barisan. Penerapan algoritma K-Means menghasilkan 5 kluster optimal. Penelitian ini menunjukkan bahwa algoritma K-Means efektif dalam mengidentifikasi karakteristik sumber gempabumi secara objektif berbasis data.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2608270033
Keyword
Gempabumi K-Means Clustering Pulau Sumatra