Analisis Kinerja MTU 1600 500 kVA Pra & Pasca General Overhaul (Uji Load Bank) Pada No Kereta P 01814 BD
Keandalan sistem kelistrikan pada rangkaian kereta api sangat bergantung pada kinerja generator set (genset) di dalam kereta pembangkit. Seiring dengan bertambahnya jam operasi (running hours), genset MTU 1600 berkapasitas 500 kVA pada nomor kereta P 01814 BD mengalami degradasi kinerja. Penurunan performa ini ditandai dengan peningkatan suhu kerja mesin hingga mencapai kondisi kritis atau overheat (98°C) serta tingginya tingkat konsumsi bahan bakar. Untuk mengembalikan performa mesin mendekati spesifikasi awal pabrikan, dilakukan perawatan general overhaul yang efektivitas pemulihannya perlu dievaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kinerja motor penggerak serta alternator pada genset MTU 1600 500 kVA dalam kondisi pra dan pasca general overhaul.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Data primer diperoleh secara langsung melalui pengujian load bank di Balai Yasa Manggarai dengan memberikan simulasi pembebanan resistif secara bertahap pada kapasitas beban 25% (122 kW), 50% (217 kW), dan 75% (318 kW). Parameter kinerja yang diukur dan dianalisis mencakup parameter kelistrikan (tegangan, arus, daya aktif) serta parameter mekanis yang meliputi daya efektif, torsi, konsumsi bahan bakar spesifik (Specific Fuel Consumption / SFC), efisiensi termal, suhu air radiator, tekanan oli pelumas, dan suhu blok mesin.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan general overhaul berhasil merestorasi kinerja mekanis dan termodinamika mesin secara signifikan. Pada titik pembebanan puncak (318 kW), konsumsi bahan bakar berhasil dihemat dari 81 Liter/Jam menjadi 77 Liter/Jam, dengan nilai SFC yang membaik dari 0,266 kg/kWh menjadi 0,253 kg/kWh. Efisiensi termal mesin turut mengalami peningkatan dari 32,2% menjadi 33,8%. Pada sektor manajemen termal, suhu air radiator sukses diturunkan dari batas kritis 98°C menjadi batas aman 84°C, dan suhu blok mesin menurun dari 92°C ke 88°C. Kinerja alternator kelistrikan juga terbukti tetap prima dan stabil di kisaran tegangan 383–386 Volt pada kedua kondisi pengujian. Kesimpulannya, tindakan general overhaul terbukti sangat efektif untuk menarik mesin dari fase kegagalan keausan (wear-out) kembali menuju fase operasional normal (useful life), memulihkan efisiensi, serta menjaga keandalan operasional kelistrikan kereta pembangkit dalam jangka panjang.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2608270026
Keyword
General overhaul General Genset Kinerja mesin Load bank MTU 1600