Analisis Prediksi dan Risiko Harga Saham BBCA Menggunakan Geometric Brownian Motion (GBM) Termodifikasi Kalman Filter dengan Auto Rejection Constraint
Pasar modal merupakan salah satu sarana investasi yang menawarkan
peluang keuntungan sekaligus risiko yang tinggi. Salah satu instrumen
investasi yang banyak diminati adalah saham, namun pergerakan harga
saham yang fluktuatif menyebabkan harga saham sulit diprediksi dan
berpotensi menimbulkan kerugian bagi investor. Penelitian ini
bertujuan membangun model Geometric Brownian Motion (GBM)
yang dikembangkan melalui penambahan Kalman Filter (KF) dan Auto
Rejection Constraint untuk memprediksi harga saham PT Bank Central
Asia Tbk (BBCA), menganalisis pengaruh pengembangan model
terhadap akurasi prediksi, serta mengukur risiko investasi
menggunakan metode Value at Risk (VaR). Data yang digunakan berupa
harga penutupan saham BBCA periode Januari 2024 hingga Maret 2026
sebanyak 528 data. Estimasi parameter GBM menghasilkan nilai drift
sebesar -0,000365 dan volatilitas sebesar 0,016144. Model GBM
menghasilkan nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE) sebesar
15,92%, sedangkan GBM-KF dan GBM-KF dengan Auto Rejection
Constraint menghasilkan nilai MAPE sebesar 1,7391%. Nilai Value at
Risk (VaR) yang diperoleh masing-masing sebesar Rp 335.188,00, Rp
430.209,00 dan Rp 608.453,00 pada tingkat kepercayaan 90%, 95%,
dan 99%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Kalman
Filter mampu meningkatkan akurasi prediksi, sedangkan Auto
Rejection Constraint menjaga hasil prediksi tetap berada dalam batas
pergerakan harga yang ditetapkan oleh Bursa Efek Indonesia sehingga
prediksi yang dihasilkan lebih realistis.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2608270025
Keyword
Auto Rejection Constraint Geometric Brownian Motion Kalman Filter Saham BBCA Value at Risk