Analisis Distribusi dan Perubahan Deformasi pada Gunung Dukono Tahun 2024 Menggunakan Metode SBAS - InSAR
Gunung Dukono di Halmahera merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia, dengan aktivitas letusan yang hampir terus-menerus sejak tahun 1933. Frekuensi letusan yang tinggi ini membuat dinamika sistem magma menjadi kompleks dan sulit dipahami hanya melalui pengamatan visual. Situasi ini membatasi kemampuan untuk mengidentifikasi perubahan tekanan magma, yang memainkan peran krusial dalam mitigasi bencana gunung berapi. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan berbasis deformasi permukaan untuk menggambarkan kondisi internal gunung berapi secara kuantitatif. Penelitian ini menggunakan metode Small Baseline Subset Interferometric Synthetic Aperture Radar (SBAS-InSAR) dengan memanfaatkan data Sentinel-1 untuk menganalisis deformasi permukaan Gunung Dukono secara spasial dan temporal sepanjang tahun 2024. Sebanyak 21 citra Sentinel-1 dari Februari 2024 hingga Januari 2025 diproses untuk menghasilkan interferogram, fase yang telah di-unwrap, deformasi kumulatif (LOS), dan rangkaian waktu deformasi. Metode SBAS-InSAR berhasil memetakan deformasi permukaan Gunung Dukono selama periode Februari 2024 hingga Januari 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa deformasi permukaan berkisar antara sekitar −30 mm hingga +25 mm sepanjang garis pandang (LOS), dengan kecenderungan pengangkatan di sektor tengah hingga timur laut bangunan vulkanik. Analisis deret waktu menunjukkan korelasi antara deformasi dan aktivitas letusan, di mana peningkatan aktivitas letusan cenderung terjadi selama fase pengangkatan deformasi. Karakteristik deformasi ini mengindikasikan adanya perubahan tekanan di dalam sistem magmatik dan menunjukkan potensi metode SBAS-InSAR dalam mendukung pemantauan berkelanjutan terhadap deformasi vulkanik di Gunung Dukono.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2608260044
Keyword
Mount Dukono SBAS-InSAR Deformation Sentinel-1 Magmatic Uplift