PENGEMBANGAN SEDIAAN LIPOSOM EKSTRAK ANDALIMAN (ZANTHOXYLUM ACANTHOPODIUM DC.) UNTUK APLIKASI KOSMETIK ANTI-AGING: UJI KARAKTERISITIK DAN UJI ANTIOKSIDAN
Penuaan kulit merupakan proses biologis yang dipengaruhi oleh stres oksidatif akibat paparan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan kolagen, elastin, dan komponen penting kulit lainnya. Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.) merupakan tanaman asli Indonesia yang diketahui memiliki kandungan senyawa fenolik dan flavonoid dengan aktivitas antioksidan tinggi sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif kosmetik anti-aging. Namun, senyawa bioaktif andaliman memiliki keterbatasan berupa stabilitas yang rendah dan rentan mengalami degradasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sediaan liposom ekstrak andaliman sebagai sistem penghantaran yang mampu meningkatkan stabilitas dan efektivitas bahan aktif.
Liposom diformulasikan menggunakan metode ethanol injection dengan variasi rasio fosfatidilkolin dan kolesterol, yaitu F1 (5:5), F2 (7:3), dan F3 (9:1). Ekstrak andaliman terlebih dahulu dikarakterisasi melalui uji fitokimia, kadar fenolik total, dan kadar flavonoid total. Selanjutnya dilakukan evaluasi karakteristik fisikokimia liposom meliputi pH, viskositas, ukuran partikel, indeks polidispersitas (PDI), zeta potensial, morfologi, efisiensi enkapsulasi, profil pelepasan zat aktif secara in vitro, serta aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak andaliman mengandung flavonoid, alkaloid, terpenoid, tanin, dan saponin serta memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 42,77 ± 0,21 ppm. Variasi rasio fosfatidilkolin dan kolesterol memengaruhi karakteristik fisikokimia liposom yang dihasilkan. Formula F2 dengan rasio fosfatidilkolin:kolesterol 7:3 merupakan formula terbaik berdasarkan hasil karakterisasi, efisiensi enkapsulasi, dan profil pelepasan zat aktif. Formula F2 menunjukkan aktivitas antioksidan kuat dengan nilai IC50 sebesar 59,01 ± 5,47 ppm serta mengikuti model kinetika pelepasan Korsmeyer–Peppas yang menunjukkan mekanisme pelepasan non-Fickian.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa liposom ekstrak andaliman berhasil diformulasikan dan berpotensi dikembangkan sebagai sistem penghantaran bahan aktif anti-aging berbasis bahan alam. Formula F2 dengan rasio fosfatidilkolin:kolesterol 7:3 merupakan formula paling optimal untuk pengembangan kosmetik anti-aging berbasis ekstrak andaliman.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2608260021
Keyword
liposom Zanthoxylum acanthopodium DC. anti-aging andaliman